Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Tanda Tangan yang Mengubah Hari: Kisah Inspiratif Pemilik Batik Benang Raja

– INSPIRATIF- Ariawan Santoso, yang akrab disapa Mr. Kingthread atau Ko King membagikan kisah inspiratifnya dalam podcast Cerita Joni yang tayang dAi kanal YouTube @jne_id. FOTO : DOK.JNE/ANING KARINDRA/JATENG POS

 

 

METROSEMARANG.COM, SALATIGA- Di sebuah sudut Kota Salatiga, tepatnya di Jalan Taman Pahlawan No. 62, berdiri sebuah toko batik yang selalu ramai dikunjungi. Namanya Batik Benang Raja. Tapi yang membuatnya istimewa bukan sekadar motif-motif batik yang indah, melainkan kisah di balik meja kasirnya — di mana selembar tanda tangan bisa mengubah hari seseorang.

Tanda tangan itu milik Ariawan Santoso, atau yang akrab disapa Ko King. Bagi sebagian konsumen, tanda tangannya di nota pembelian berarti satu hal: mereka bisa pulang membawa belanjaan tanpa membayar sepeser pun.

“Konsumen yang datang ke sini sudah memberi saya kepercayaan. Saya ingin membalasnya dengan kebahagiaan,” ujarnya dalam podcast Cerita Joni yang tayang di kanal YouTube @jne_id.

Program yang ia sebut “Bayar dengan Tanda Tangan” ini bermula dari niat sederhana — membuat konsumen merasa dihargai. Setiap kali ia memilih untuk “membayari” belanjaan seseorang, Ko King menandatangani nota pembelian. Tidak ada undian atau syarat rumit, hanya momen spontan yang penuh kejutan.

Salah satu momen yang tak pernah ia lupakan adalah ketika seorang ayah datang bersama dua putrinya. Mereka memilih-milih baju, tapi akhirnya hanya membeli satu hijab karena uang yang terbatas.

“Saya panggil mereka, lalu bilang: Pak, ambil saja, saya bayarin. Setelah saya tanda tangan, bapaknya bilang semoga Tuhan membalas kebaikan ini. Mereka pulang naik motor dengan wajah bahagia. Itu menyentuh hati saya,” kenangnya.

Batik Benang Raja berdiri 11 tahun lalu, bermula dari satu outlet kecil dan kini telah tumbuh menjadi 11 cabang di berbagai kota. Namun bagi Ko King, kesuksesan bukan soal jumlah toko atau omzet, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa ia berikan untuk orang lain.

“Saya punya cita-cita memberi pekerjaan untuk 1.000 orang karyawan. Bukan hanya pekerjaan, tapi juga rasa bahagia dan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Komitmen itu ia wujudkan lewat gaji yang layak, cuti sesuai hak, dan lingkungan kerja yang sehat.

Dalam perjalanannya, Ko King juga melibatkan banyak UMKM lokal sebagai mitra produksi, membuat koleksi toko menjadi lebih beragam.

“Kalau barang hanya dari saya, koleksinya akan monoton. Dengan UMKM lokal, variasinya lebih banyak dan konsumen senang,” katanya.

Untuk pengiriman, ia mempercayakan pada JNE, yang menurutnya punya semangat berbagi yang sama.

“Lewat media sosial dan dukungan JNE, produk kami bisa menjangkau seluruh Indonesia,” ujarnya.

Bagi Ko King, tanda tangan di selembar nota hanyalah simbol. Makna sebenarnya adalah kebahagiaan yang dibawa pulang oleh konsumen — sebuah kebahagiaan yang, tanpa disadari, juga kembali kepada dirinya.(eff)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.