Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Ribuan Pangkalan LPG 3 Kg di Kota Semarang Sudah Pakai Qris, Pertamina Pastikan Harga Sesuai HET

Lewat QRIS, Pertamina Pastikan Harga LPG 3 Kg Sesuai HET/ist

METROSEMARANG.COM, Semarang,  — Digitalisasi pembayaran terus meluas hingga ke sektor energi. Kini, pembelian LPG 3 kg bersubsidi di Kota Semarang mulai beralih ke sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah & DIY dan Bank Indonesia untuk memperkuat efisiensi serta menjamin ketepatan harga LPG bersubsidi di tingkat masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam kesepakatan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Piagam itu memuat komitmen kerja sama antara Pertamina Patra Niaga Jateng dan Bank Indonesia bersama seluruh jaringan perbankan di Jawa Tengah dalam implementasi pembayaran digital berbasis QRIS di sektor hilir Pertamina, termasuk di pangkalan LPG 3 kg.

“Kami memilih QRIS karena ekosistemnya sudah luas dan mendukung metode pembayaran statis. Ini sangat cocok digunakan di pangkalan LPG, bahkan di daerah pelosok,” ujar Taufik Kurniawan, Area Manager Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jateng & DIY, Selasa (8/10).

Menurut Taufik, QRIS menawarkan keunggulan karena tidak bergantung pada sinyal kuat seperti mesin EDC. Selain itu, Bank Indonesia menetapkan MDR (Merchant Discount Rate) 0 % bagi transaksi LPG bersubsidi, sehingga pangkalan terbebas dari biaya admin atau potongan perbankan.

Jaminan Harga Sesuai HET

Implementasi QRIS di pangkalan LPG juga bertujuan memastikan harga eceran tertinggi (HET) tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Kita masih menemukan kasus di mana harga LPG 3 kg di pelosok bisa mencapai Rp 30.000–Rp 40.000 per tabung. Dengan transaksi digital lewat QRIS, harga bisa dikontrol dan dijamin sesuai HET. Masyarakat pun mendapat kepastian harga,” tambah Taufik.

Saat ini, pilot project QRIS di pangkalan LPG berlangsung di Kota Semarang, melibatkan 3.393 outlet LPG dengan total rata-rata 87.000 transaksi per hari dan nominal mencapai Rp 1,5 miliar per hari.

Uji coba dilakukan selama dua minggu dengan dukungan perbankan yang telah menyiapkan infrastruktur dan fasilitas pembayaran digital.

Salah satu pemilik pangkalan LPG di Pekunden Tengah, Kota Semarang, Budiningsih Kromoprawiro (69), mengaku sudah mulai merasakan manfaat penggunaan QRIS dalam transaksi harian. Ia telah menjalankan usaha pangkalan LPG sejak masa konversi minyak tanah ke gas.

“Biasanya pembeli di sini banyak yang orang tua, jadi masih pakai tunai. Tapi anak-anak muda mulai banyak yang pakai QRIS. Praktis, uang langsung masuk ke rekening tanpa repot nyiapin uang kembalian,” ujarnya sambil tersenyum.

Budiningsih menuturkan, harga jual LPG di pangkalannya tetap sesuai ketetapan pemerintah, yaitu Rp 18.000 per tabung berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 540/20 Tahun 2024. Ia juga memastikan pengiriman LPG dari agen selalu tepat waktu setiap hari.

“Kami jual sesuai harga yang ditetapkan, nggak lebih. Pengiriman juga lancar tiap hari, jadi stok selalu aman,” tambahnya.

Salah satu pelanggan LPG 3 Kg Meisya mengaku cukup terbantu dengan adanya Qris.

Pasalnya ia saat ini lebih banyak bertransaksi menggunakan Qris. “Lebih mudah, ndak perlu kembalian,” ujarnya.

Pertamina menegaskan bahwa implementasi QRIS di pangkalan LPG dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan perbankan dan infrastruktur di lapangan.

Saat ini sekitar 15 % pangkalan di Semarang telah terintegrasi QRIS, dan jumlahnya akan terus diperluas.

Dengan suksesnya pilot project di Semarang, digitalisasi pembayaran LPG diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Selain mendorong efisiensi distribusi, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menuju ekonomi non-tunai yang inklusif, transparan, dan ramah lingkungan.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.