Dari Listrik ke Aksi Sosial: Srikandi PLN Jateng Tunjukkan Peran Nyata

METROSEMARANG.COM, Semarang – Semangat Hari Kartini tak sekadar diperingati sebagai simbol, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah (UID Jateng) menegaskan komitmennya dalam mendorong emansipasi perempuan melalui lingkungan kerja yang inklusif dan peluang karier yang setara.
Dalam momentum Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, PLN UID Jateng memperkuat peran perempuan di dunia kerja, termasuk dalam posisi strategis. Komitmen ini tercermin dari semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 30 persen pegawai di unitnya adalah perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 orang telah menduduki jabatan struktural.
“PLN yang dulu dikenal sebagai perusahaan teknik dengan kesan maskulin, kini menjadi tempat kerja yang inklusif dan nyaman bagi perempuan untuk berkarya dan mengabdi kepada bangsa,” ujar Bramantyo.
Ia menegaskan, perubahan budaya di internal perusahaan menjadi kunci terbukanya kesempatan yang lebih luas bagi perempuan, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai pengambil keputusan.
Salah satu representasi Srikandi PLN, Indri Megananda, merasakan langsung perubahan tersebut. Saat ini ia menjabat sebagai Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo.
“Perempuan kini memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi di berbagai sektor, termasuk posisi yang sebelumnya didominasi laki-laki. Kami juga merasa aman dan terlindungi dengan adanya regulasi pemerintah serta kebijakan internal perusahaan, seperti kesetaraan karier, whistleblowing system, dan pencegahan pelecehan seksual,” jelas Indri.
Tak hanya berperan di internal perusahaan, perempuan PLN juga aktif dalam kegiatan sosial. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli serta Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, para Srikandi turut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Beragam kegiatan telah dilakukan, mulai dari program homestead farming untuk pencegahan stunting di Bantul pada Desember 2024, pelatihan kemandirian bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang melalui kegiatan seperti fashion show dan membatik pada Desember 2025, hingga program bantuan pemasangan listrik gratis “Light Up The Dream” bagi masyarakat kurang mampu yang masih berlangsung hingga kini.
Indri yang juga memimpin gerakan “Srikandi Movement” di PLN UID Jateng menambahkan, kolaborasi antara pegawai perempuan, tenaga alih daya, hingga komunitas internal menjadi kekuatan dalam menjalankan berbagai aksi sosial tersebut.
Melalui berbagai inisiatif itu, PLN UID Jateng tak hanya menghadirkan listrik sebagai sumber energi, tetapi juga menyalakan semangat perubahan sosial. Perempuan PLN membuktikan bahwa peran mereka tak hanya penting di sektor energi, tetapi juga dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya.***