Nopol Dipakai Orang Lain atau Barcode BBM Subsidi Mendadak Nonaktif? Begini Cara Mengatasinya

METROSEMARANG.COM, Semarang – Sejumlah masyarakat mengeluhkan barcode program Subsidi Tepat mendadak tidak bisa digunakan saat melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU. Menanggapi hal tersebut, Pertamina memastikan tidak ada gangguan sistem pada layanan Subsidi Tepat maupun helpdesk yang tersedia di SPBU.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, kendala yang banyak ditemukan justru berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan nomor polisi kendaraan atau nopol.
“Yang terjadi ada nopol yang disalahgunakan. Ada kendaraan dengan nomor polisi dan tipe kendaraan yang berbeda,” ujarnya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur Saat Libur Nataru, Harga Tiket Diproyeksi Lebih Terjangkau
Menurut Taufiq, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya proses pendaftaran Subsidi Tepat dilakukan langsung oleh pemilik kendaraan yang memang berhak menerima BBM subsidi.
Ia menjelaskan, masyarakat penerima subsidi harus memiliki kesadaran untuk mendaftarkan kendaraannya sendiri agar data yang masuk benar-benar sesuai. Untuk membantu masyarakat, layanan helpdesk telah disediakan di seluruh SPBU.
Apabila barcode mengalami kendala atau akun tidak aktif, masyarakat diminta langsung menghubungi operator SPBU agar bisa dibantu proses aktivasi ulang maupun pengecekan data. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Pertamina 135 apabila masalah tidak dapat diselesaikan di lapangan.
Baca juga: Stok BBM Jelang Iduladha 2026 Dipastikan Aman, Pertamina: Masyarakat Bisa Merayakan Dengan Tenang
Taufiq menjelaskan, proses verifikasi data kendaraan dilakukan cukup ketat, termasuk pemeriksaan foto kendaraan, plat nomor, hingga jumlah roda kendaraan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan yang mendaftar memang sesuai dengan aturan penerima BBM subsidi yang ditetapkan pemerintah dan BPH Migas.
“Tujuannya untuk mengamankan subsidi BBM agar tepat sasaran. Pemerintah sudah berupaya keras menjaga subsidi di situasi saat ini,” katanya.
Selain persoalan data kendaraan, ditemukan pula laporan masyarakat yang merasa nomor polisinya digunakan pihak lain di sistem Subsidi Tepat. Menanggapi hal itu, masyarakat diminta segera melakukan pengecekan ke Samsat terdekat untuk memastikan tidak ada data kendaraan ganda atau penyalahgunaan identitas kendaraan.
Pertamina mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Samsat dalam menangani berbagai modus penyalahgunaan BBM subsidi. Bahkan, beberapa pola pelanggaran sebelumnya juga telah diungkap bersama Polda.
Baca juga: Insiden Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang: Pertamina Tutup Operasional demi Evaluasi Total
Di sisi lain, Pertamina juga telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada sejumlah organisasi dan komunitas transportasi seperti Organda serta pelaku usaha angkutan guna membantu proses edukasi penggunaan Subsidi Tepat.
Pendampingan tersebut dilakukan terutama di wilayah Semarang yang dinilai menjadi salah satu titik aktivitas distribusi kendaraan cukup tinggi. Setelah mendapatkan pelatihan, organisasi terkait diharapkan dapat membantu anggotanya apabila mengalami kendala saat mengakses barcode subsidi.
Taufiq menegaskan seluruh upaya pengawasan dan verifikasi dilakukan semata-mata untuk memastikan subsidi BBM benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Karena itu, kendaraan yang memang tidak memenuhi kriteria penerima subsidi diminta tidak memaksakan penggunaan barcode subsidi.
“Kalau memang berdasarkan aturan tidak berhak menerima subsidi, tentu tidak bisa dipaksakan. Semua ini dilakukan untuk melindungi subsidi agar tepat sasaran,” tegasnya.***