Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Astaga! Nomer Handphone Hasil Daur Ulang Bisa Jadi Celah Bahaya, BSSN Ungkap Risiko Tersembunyi

Ilustrasi

METROSEMARANG.COM, Jakarta – Bahaya penggunaan Nomer Handphone hasil Daur ulang kembali menjadi sorotan. BSSN mengingatkan risiko yang mengintai pengguna.

Melalui akun instagram resmi @BSSN_ri, BSSN mengingatkan, masyarakat perlu memahami bahwa Nomer Handphone hasil Daur ulang tidak selalu benar-benar bersih dari jejak digital pemilik lama.

Dalam sejumlah kasus, Nomer Handphone yang berasal dari Daur ulang berpotensi memunculkan Bahaya kebocoran data pribadi.

Risiko tersebut muncul karena nomor yang pernah digunakan masih terhubung dengan berbagai akun digital milik pengguna sebelumnya.

Kondisi itu dapat membuka peluang penyalahgunaan akses apabila nomor lama jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena ini menjadi perhatian karena penggunaan layanan digital kini semakin erat dengan nomor telepon sebagai identitas utama.

Mulai dari media sosial, layanan perbankan, dompet digital hingga aplikasi pekerjaan umumnya terhubung ke nomor telepon.

Ketika nomor tidak lagi aktif dalam jangka waktu tertentu, penyedia layanan dapat mengalihkan nomor tersebut ke pelanggan baru.

Praktik tersebut dikenal sebagai proses daur ulang nomor seluler yang dilakukan untuk menjaga efisiensi ketersediaan nomor.

Meski sah dan diatur regulasi, pengguna baru tetap perlu memahami potensi risiko yang mungkin menyertai nomor tersebut.

Mengapa Nomer Daur Ulang Bisa Berbahaya?

Berdasarkan edukasi yang disampaikan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN, risiko dapat muncul dari akun lama yang belum diperbarui.

Nomor yang masih tersimpan sebagai sarana verifikasi berpotensi menerima kode akses atau pemberitahuan penting dari layanan digital.

Apabila pemilik lama lupa menghapus keterkaitan nomor, informasi tertentu bisa saja diterima oleh pengguna nomor berikutnya.

Dalam kondisi tertentu, celah tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan percobaan pengambilalihan akun elektronik.

Selain itu, peluang penipuan melalui pesan singkat dan panggilan telepon juga dapat meningkat apabila data lama masih tersisa.

Ancaman lain yang sering dibahas dalam keamanan siber adalah pencurian identitas melalui pemanfaatan informasi pribadi pengguna.

Karena itu, nomor telepon saat ini tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian penting dari sistem keamanan digital.

BSSN menjelaskan bahwa proses pengembalian nomor tidak aktif kepada operator telah diatur dalam ketentuan resmi pemerintah.

Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menkominfo Nomor 14 Tahun 2018 mengenai penyelenggaraan layanan telekomunikasi.

Meski demikian, perlindungan data pribadi tetap membutuhkan kesadaran dan langkah aktif dari setiap pengguna layanan.

Langkah Pencegahan yang Disarankan BSSN

BSSN mengimbau masyarakat untuk memperpanjang masa aktif kartu SIM secara berkala agar nomor tidak hangus tanpa disadari.

Pengguna juga disarankan segera mengganti atau menghapus nomor lama yang masih terhubung dengan berbagai akun digital.

Langkah tersebut penting dilakukan pada akun media sosial, layanan keuangan, surat elektronik, hingga aplikasi pekerjaan.

Selain itu, aktivasi multi-factor authentication atau MFA dinilai mampu menambah lapisan perlindungan terhadap akun elektronik.

Fitur MFA membantu memastikan bahwa akses akun tidak hanya bergantung pada keberadaan nomor telepon semata.

Pemantauan aktivitas akun secara rutin juga perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan sejak dini.

Apabila ditemukan perubahan yang tidak dikenal, pengguna dapat segera melakukan tindakan pengamanan tambahan.

Edukasi keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan layanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran terhadap risiko digital dapat membantu masyarakat mengurangi peluang terjadinya kebocoran informasi pribadi.

Karena itu, BSSN mengingatkan agar pengguna lebih teliti terhadap Nomer Handphone hasil Daur ulang yang digunakan saat ini.

Memahami Bahaya dari Nomer Handphone hasil Daur ulang serta menerapkan saran BSSN menjadi langkah penting menjaga keamanan data pribadi.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.