Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Operasional Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tetap Normal Pasca Ambruknya Panel Blok Pembatas Dermaga

Operasional Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tetap Normal Pasca Ambruknya Tanggul Pembatas Dermaga /ist

METROSEMARANG.COM, Semarang, – Pelabuhan Tanjung Emas, gerbang maritim vital di Jawa Tengah, memastikan operasional tetap berjalan normal pasca insiden ambruknya panel blok pembatas dermaga akibat tingginya air rob pada Rabu sore (22/5).

Meskipun sebagian area non-kritikal tergenang, aktivitas bongkar muat dan pelayaran inti tidak terdampak, menunjukkan kesigapan dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi tantangan alam.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, sebagai regulator utama, segera berkoordinasi dengan PT Pelindo Tanjung Emas selaku operator, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan mitigasi dan upaya awal penanggulangan secara sigap.

“Kami langsung menurunkan tim teknis untuk melakukan lokalisasi area terdampak serta menanggulangi jebolnya pagar pembatas dengan pemasangan barikade sementara dan penguatan struktur penahan,” jelas Hardianto, General Manager Pelindo Cabang Tanjung Emas.

Ia juga menambahkan bahwa Pelindo terus berkoordinasi dengan KSOP dan BMKG guna memastikan keselamatan dan kelancaran aktivitas pelabuhan.

Dampak Rob dan Peringatan Dini BMKG
Rubuhnya panel blok dermaga sepanjang kurang lebih 15-20 meter ini terjadi akibat tingginya pasang surut air laut yang ekstrem.

Akibatnya, Jalan Usman Janatin, dari Pos I hingga kantor kepanduan, sempat tergenang air laut.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Emas telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.

Peringatan tersebut mencakup gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat yang diperkirakan melanda wilayah pesisir utara Jawa Tengah hingga akhir pekan ini.

Informasi ini menjadi landasan bagi pihak pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi.

Meskipun kondisi telah terkendali, Pelabuhan Tanjung Emas tetap mempertahankan status siaga 24 jam.

Berbagai skenario darurat telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi memburuknya kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Hal ini menunjukkan komitmen Pelabuhan Tanjung Emas untuk terus menjaga kelancaran logistik dan keselamatan maritim di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena rob yang semakin sering terjadi.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.