Stok LPG Jateng Aman, Gubernur Minta Pengawasan Ketat hingga ke Pelaku Usaha

METROSEMARANG.COM, Karanganyar, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melakukan peninjauan langsung distribusi LPG subsidi di Karanganyar, Rabu (8/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman dan penyaluran berjalan tepat sasaran.
Peninjauan dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di fasilitas SPPBE Wijaya Sarana Gasindo. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ketersediaan LPG 3 kg di wilayahnya dalam kondisi aman.
“Stok LPG di Jawa Tengah aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Distribusi juga berjalan lancar dan terus kami pantau,” ujar Luthfi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu kelangkaan dari daerah lain. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan adanya praktik penimbunan yang mengganggu distribusi.
Lebih lanjut, Luthfi menekankan pentingnya penyaluran LPG subsidi yang tepat sasaran. Ia meminta seluruh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk aktif melakukan pengawasan di lapangan.
Selain itu, penertiban juga akan menyasar sektor usaha seperti hotel, restoran, katering (horeka), dan laundry yang masih menggunakan LPG subsidi. “Kami dorong pelaku usaha beralih ke LPG non-subsidi agar hak masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Gubernur juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap praktik ilegal, termasuk penimbunan dan pengoplosan LPG. Koordinasi dengan kepolisian terus diperkuat guna memastikan distribusi berjalan transparan dan adil.
Sementara itu, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, melaporkan bahwa ketahanan stok LPG di Jawa Tengah mencapai 14.752 metrik ton. Khusus wilayah Karanganyar, alokasi harian LPG 3 kg tercatat sebesar 143,8 metrik ton yang disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi.
“Kami memastikan penyaluran LPG berjalan optimal dengan stok yang aman. Masyarakat diimbau membeli di pangkalan resmi agar harga sesuai HET dan distribusi tetap terjaga,” jelasnya.
Pihak Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan berlapis serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait. Edukasi kepada masyarakat pun terus digencarkan agar penggunaan LPG subsidi lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
Sebagai penutup, pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan serta menggunakan energi secara bijak. Dengan konsumsi yang wajar dan tepat sasaran, ketahanan energi di Jawa Tengah diharapkan tetap terjaga dan merata.***