Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Rombak Direksi, Optimistis Kinerja Makin Tumbuh

KINERJA PERUSAHAAN – Direktur Utama Irwan Hidayat memaparkan hasil RUPST PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Semarang, Kamis (9/4). Perseroan menetapkan pembagian dividen Rp1,1 triliun sekaligus memperbarui jajaran direksi. Foto : ist/metrosemarang.com

 

 

 

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengambil langkah strategis dengan melakukan perubahan susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (9/4). Keputusan ini diiringi pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari hasil kinerja tahun buku 2025.

Direktur Utama Irwan Hidayat mengatakan, penyegaran manajemen dilakukan untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

“Ini bagian dari upaya kami agar perusahaan semakin adaptif dan mampu menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam komposisi terbaru, direksi diisi oleh Irwan Hidayat bersama David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Formasi ini diyakini mampu mempercepat langkah strategis perusahaan ke depan.

Dari sisi kinerja, Sido Muncul mencatatkan pertumbuhan yang stabil sepanjang 2025. Penjualan mencapai Rp4,08 triliun, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp1,23 triliun, dengan tingkat profitabilitas yang tetap terjaga.

Manajemen menilai capaian tersebut cukup solid di tengah tekanan global, seperti melemahnya daya beli di sejumlah sektor dan fluktuasi nilai tukar. Namun, perusahaan tetap mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.

Ekspansi pasar luar negeri turut menjadi penopang kinerja. Penjualan ekspor tumbuh 31 persen dengan kontribusi 9 persen terhadap total penjualan. Produk Sido Muncul terus memperluas penetrasi di berbagai negara, termasuk Malaysia, Nigeria, dan Filipina.

Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris tetap dipertahankan guna memastikan kesinambungan pengawasan. Manajemen menekankan pentingnya kolaborasi antara direksi dan komisaris dalam menjaga tata kelola perusahaan.

Memasuki 2026, perseroan memandang peluang bisnis masih terbuka lebar, didukung tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat di masyarakat.(eff)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.