Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

BSSN Ingatkan Bahaya Cyber Warfare, Ancaman Nyata di Balik Layar Digital

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi berdialog dengan Siswa (Pasis) Dikreg LIII Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Gedung Grha Widya Adibrata, Bandung, Senin (13/4/2026)/instagram@bssn_ri

METROSEMARANG.COM, Bandung – Ancaman perang tak lagi selalu datang dalam bentuk senjata dan ledakan. Di era digital, serangan siber justru menjadi ancaman baru yang mampu melumpuhkan negara tanpa satu pun tembakan dilepaskan.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan, penguasaan ruang siber kini menjadi kunci utama menjaga kedaulatan nasional.

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, mengungkapkan bahwa dinamika ancaman keamanan global telah bergeser signifikan ke ranah digital.

Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LIII Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Gedung Grha Widya Adibrata, Bandung, Senin (13/4/2026).

Dalam paparannya, Nugroho menekankan bahwa ruang siber kini bukan lagi sekadar pendukung operasi militer, melainkan telah menjadi domain utama dalam peperangan modern, sejajar dengan darat, laut, dan udara.

Sebanyak 118 Pasis hadir dalam kegiatan tersebut, yang bertujuan memperkuat pemahaman strategis terhadap spektrum elektromagnetik dan ruang siber sebagai arena pertempuran masa kini.

“Ancaman di ruang siber tidak lagi terbatas pada peretasan teknis semata, tetapi mencakup sabotase, manipulasi data, hingga pengendalian sistem saraf infrastruktur vital nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, dampak serangan siber bahkan dapat setara dengan perang konvensional. Oleh karena itu, penguasaan spektrum elektromagnetik dan ruang siber menjadi hal mutlak dalam menjaga kedaulatan negara.

Lebih lanjut, Nugroho menjelaskan bahwa sektor-sektor strategis seperti pertahanan, ekonomi, transportasi, hingga energi kini menjadi target utama aktor-aktor siber. Kerentanan pada sistem digital dapat dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas nasional.

“Penguatan postur pertahanan siber harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi guna memitigasi risiko disrupsi operasional nasional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para perwira menengah TNI diharapkan mampu memahami urgensi kedaulatan digital serta mengintegrasikan aspek keamanan siber dalam doktrin pertahanan nasional.

BSSN juga menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan dengan lembaga pendidikan strategis seperti Sesko TNI sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman multidomain yang semakin kompleks.

Dengan lanskap ancaman yang terus berkembang, kesiapan menghadapi perang siber bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Indonesia tetap tangguh menghadapi ancaman tak kasatmata yang kian nyata.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.