BULOG Jateng Kenalkan Sistem Pangan ke Pelajar Lewat Eduwisata

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah terus memperkuat literasi pangan di kalangan generasi muda melalui program eduwisata. Salah satunya diwujudkan dengan mengajak 40 siswa SMA Negeri 1 Semarang mengunjungi Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal serta Gudang BULOG Palebon Semarang, Selasa (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar memperoleh pengalaman langsung terkait proses pengelolaan beras, mulai dari penyerapan gabah petani, penggilingan, hingga penyimpanan dan distribusi. Edukasi ini bertujuan memberikan gambaran utuh mengenai rantai pasok pangan nasional.
Pemimpin Wilayah BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif dari BULOG pusat yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak memahami peran strategis BULOG dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan.
“Melalui kunjungan ini, siswa dapat melihat langsung bagaimana proses serapan gabah hingga menjadi beras yang siap didistribusikan. Ini penting agar mereka memahami sistem pangan secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali informasi yang akurat di tengah maraknya isu terkait ketersediaan pangan. Ia menegaskan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini masih dalam keadaan aman.
“Stok beras nasional sekitar 5 juta ton, sedangkan Jawa Tengah mencapai kurang lebih 355 ribu ton. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras,” jelasnya.
Saat ini, BULOG Jawa Tengah membawahi 26 kabupaten/kota dengan dukungan 31 gudang yang memiliki kapasitas total 317.820 ton. Selain itu, terdapat dua Sentra Penggilingan Padi di Kendal dan Sragen yang berperan dalam pengolahan komoditas seperti beras, jagung, dan gula.
Dalam kunjungan tersebut, siswa juga diperlihatkan tahapan penerimaan gabah kering panen hingga teknik penyimpanan beras di gudang. Pengetahuan ini diharapkan mampu membuka wawasan pelajar terhadap industri pangan dan logistik nasional.
Sri Muniati menambahkan, program eduwisata ini merupakan langkah awal yang akan terus dievaluasi untuk pengembangan ke depan.
“Jika dinilai efektif, program ini berpotensi diperluas sebagai sarana pembelajaran sekaligus mengenalkan peluang karier di sektor pangan dan agribisnis,” katanya.
Selama ini, Gudang BULOG di Semarang juga kerap menjadi lokasi praktik kerja lapangan bagi mahasiswa. Hal tersebut menegaskan peran BULOG tidak hanya sebagai penjaga stabilitas pangan, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi dunia pendidikan.(eff)