Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Kurangi Sampah Plastik, Unaki Kenalkan Ecowrap ke Komunitas Perempuan

Tim Pengabdian Universitas AKI (Unaki) Semarang melatih anggota KWT Kebonku Kelurahan Kaligawe memproduksi ecowrap sebagai pengganti plastik sekali pakai. Selain mendukung gaya hidup zero waste, produk ramah lingkungan ini juga berpotensi menjadi peluang usaha kreatif bagi masyarakat. Foto : ist/metrosemarang.com

 

 

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas AKI (Unaki) Semarang melalui program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 mengenalkan ecowrap sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai kepada komunitas KWT Kebonku di Kelurahan Kaligawe, Kota Semarang.

Program yang didanai Kemdiktisaintek tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan produksi dan pemasaran produk ramah lingkungan.

Ketua tim pengabdian Ana Wahyuni, S.Si., M.Kom., mengatakan penggunaan plastic wrap sekali pakai masih menjadi persoalan lingkungan karena sulit terurai dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan akibat kandungan mikroplastik.

“Ecowrap menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan karena dapat dipakai berulang kali serta mendukung gaya hidup minim sampah,” katanya.

Ecowrap dibuat dari kain katun food grade berbahan serat alami yang dilapisi beeswax atau lilin lebah. Material tersebut aman digunakan untuk membungkus makanan karena bebas bahan kimia sintetis seperti BPA maupun ftalat.

Selain memiliki sifat antibakteri alami, produk ini juga lebih ekonomis karena bisa digunakan berulang kali hingga enam sampai 12 bulan. Satu paket ecowrap berisi 10 lembar bahkan disebut mampu menggantikan sekitar 200 bungkus plastik sekali pakai.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan proses produksi ecowrap mulai dari pembuatan, teknik perawatan, hingga standarisasi kualitas produk dan higienitas produksi. Para peserta juga mendapatkan starter kit untuk praktik langsung.

Kegiatan yang mayoritas diikuti kelompok perempuan dan ibu rumah tangga itu turut dibekali pelatihan branding, pengemasan ramah lingkungan, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial, marketplace, dan website.

Anggota tim pengabdian Erawati Kartika memberikan materi terkait manajemen usaha, termasuk pengurusan legalitas usaha dan merek dagang. Sedangkan pelatihan pemasaran disampaikan oleh Dr. Deny Nitalia M., S.Si.T., M.Kes., M.Ak.

Ketua KWT Kebonku Mira Damayanti mengaku pelatihan tersebut memberi wawasan baru sekaligus peluang usaha bagi anggotanya.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena selain mendukung pengurangan sampah plastik, ecowrap juga berpotensi menjadi produk usaha yang memiliki nilai jual,” ujarnya.

Melalui program ini, Unaki berharap masyarakat semakin sadar pentingnya penggunaan produk reusable sekaligus mampu menciptakan usaha kreatif berbasis lingkungan yang berkelanjutan.(eff)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.