Ramadhipa Bidik Kebangkitan di Magny-Cours, AHM Siapkan Evaluasi Total Jelang Putaran Keempat Moto3 Junior World Championship 2026

METROSEMARANG.COM, Semarang– Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi putaran keempat Moto3 Junior World Championship 2026 setelah menyelesaikan seri Jerez, Spanyol.
Balapan berikutnya akan berlangsung di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada 24–26 Juli 2026, sekaligus menjadi seri terakhir sebelum kejuaraan memasuki jeda musim panas.
Putaran di Magny-Cours menjadi momentum penting bagi Ramadhipa untuk kembali bersaing di barisan depan sekaligus memangkas selisih poin dari para rivalnya di klasemen sementara.
Saat ini, pebalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menempati posisi keempat klasemen dengan koleksi 60 poin.
Ia hanya terpaut sembilan poin dari tiga pebalap yang berbagi posisi puncak klasemen Moto3 Junior World Championship 2026.
Selisih poin yang relatif tipis membuat peluang Ramadhipa untuk kembali masuk dalam perebutan gelar juara musim ini masih terbuka lebar.
Karena itu, persiapan menuju seri Magny-Cours menjadi fokus utama bagi tim Honda Asia Dream Racing Junior Team.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah putaran Jerez yang menghadirkan hasil berbeda dalam dua balapan.
Pada race pertama di Jerez, Ramadhipa sukses finis di posisi ketujuh dan mengamankan tambahan sembilan poin.
Sementara pada race kedua, peluang meraih podium harus pupus setelah mengalami insiden pada lap terakhir ketika bersenggolan dengan pebalap lain hingga terjatuh.
Meski gagal meraih hasil maksimal pada balapan kedua, performa Ramadhipa dinilai terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim ini.
Pebalap berusia muda tersebut juga menyadari masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum tampil di Prancis.
Menurut Ramadhipa, peningkatan kondisi fisik dan mental menjadi prioritas agar mampu tampil lebih kompetitif pada seri berikutnya.
Selain itu, ia juga ingin menemukan ritme balapan yang lebih konsisten sejak awal lomba sehingga dapat terus berada di kelompok terdepan.
“Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil kuat dan cepat di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.
Komitmen untuk bangkit juga mendapat dukungan penuh dari PT Astra Honda Motor yang terus mengawal perkembangan pebalap binaannya di ajang internasional.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai hasil di Jerez menjadi bekal berharga untuk menghadapi seri selanjutnya.
Ia mengapresiasi semangat juang Ramadhipa yang mampu tampil kompetitif dalam dua balapan dengan karakter yang berbeda.
Menurut Andy, evaluasi bersama tim akan menjadi langkah penting agar performa Ramadhipa semakin meningkat pada putaran berikutnya.
“Ramadhipa mampu menunjukan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Melalui semangat satu hati, kami pun terus mendukungnya agar dapat terus bersaing dengan optimal dan semakin melesat pada putaran berikutnya,” ujar Andy Wijaya.
Magny-Cours sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menuntut konsistensi, ketepatan pengereman, serta kemampuan menjaga ritme sepanjang balapan.
Karakter lintasan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pebalap yang bersaing di Moto3 Junior World Championship.
Bagi Ramadhipa, seri di Prancis bukan hanya menjadi kesempatan menambah poin, tetapi juga momentum untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah tampil kompetitif di Jerez.
Dengan persiapan yang lebih matang, dukungan penuh dari tim, serta selisih poin yang masih sangat memungkinkan untuk dikejar, Ramadhipa bertekad tampil lebih kuat di Circuit de Nevers Magny-Cours demi menjaga asa meraih gelar Moto3 Junior World Championship 2026.