Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Bertahan 30 Tahun, Atlanta Elektronik Perkuat Fokus Bisnis Ritel

 

 

POTONG PITA- Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, didampungi perwakilan 14 brand elektronik melakukan potong pita dalam acara Re-Grand Opening Atlanta Elektronik MT Haryono, Jumat (28/8/2026).

 

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – Lebih dari tiga dekade bertahan di tengah dinamika industri elektronik menjadi modal penting bagi Atlanta Elektronik untuk menatap masa depan. Setelah menjalankan bisnis sejak 1995, Atlanta kini kembali memperkuat fokus pada bisnis ritel dengan mengedepankan kedekatan dengan konsumen dan layanan purnajual.

 

Hal tersebut disampaikan Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, dalam acara Re-Grand Opening Atlanta Elektronik MT Haryono, Jumat (28/8/2026). Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda penguatan kembali bisnis ritel Atlanta di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

 

Santoso mengatakan perjalanan Atlanta selama lebih dari 30 tahun tidak selalu berada dalam kondisi pasar yang mudah. Perubahan teknologi, harga produk, persaingan dan munculnya kanal penjualan online membuat perusahaan harus terus beradaptasi.

 

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” katanya.

 

Menurut Santoso, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci Atlanta dapat bertahan hingga saat ini. Perusahaan juga berusaha menjaga hubungan dengan produsen, grosir, toko mitra dan konsumen yang telah menjadi bagian dari perjalanan bisnisnya.

 

Kini Atlanta kembali menempatkan bisnis ritel sebagai fokus utama. Toko fisik dinilai masih memiliki kekuatan karena konsumen dapat melihat produk secara langsung, berkonsultasi mengenai kebutuhan dan mendapatkan layanan setelah pembelian.

 

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

 

Menurutnya, ritel ke depan tidak hanya berbicara mengenai harga dan jumlah produk. Pengalaman berbelanja, kemampuan memberikan informasi yang tepat serta layanan purnajual menjadi nilai yang harus terus diperkuat.

 

Kekuatan Atlanta dalam mempertahankan bisnis selama lebih dari tiga dekade juga terlihat dari panjangnya hubungan dengan sejumlah brand elektronik. Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, menyebut Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986 dengan berbagai produk, mulai televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

 

CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe, juga mengungkapkan hubungan bisnis dengan Atlanta telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, menjadi bagian dari perjalanan panjang kerja sama tersebut.

 

Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta bertahan lebih dari 30 tahun merupakan pencapaian luar biasa. Menurutnya, fokus Atlanta terhadap bisnis ritel menjadi salah satu kekuatan yang membuat perusahaan tetap memiliki tempat di tengah perubahan pasar.

 

Dukungan juga datang dari Artugo. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan produk dengan karakter berbeda, seperti freezer dengan pilihan warna dan kompor dengan material batu, serta berharap dapat tumbuh bersama Atlanta.

 

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” katanya.

 

Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan industri elektronik saat ini menghadapi tantangan dari perubahan regulasi maupun kondisi pasar. Pelaku industri harus mampu beradaptasi agar dapat bertahan sekaligus terus memberikan kontribusi.

 

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

 

Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet, menambahkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, akan semakin memengaruhi produk elektronik dan pola konsumsi masyarakat. Ia berharap Atlanta bersama seluruh mitra dapat terus berkembang menghadapi perubahan tersebut.

 

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

 

Sementara Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, menyebut hubungan dengan keluarga Santoso bahkan telah berlangsung sejak generasi sebelumnya. Ia mengaku bangga NIKO sebagai brand lokal dapat hadir berdampingan dengan berbagai brand nasional dan internasional di Atlanta.

 

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

 

Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, turut mengapresiasi perjalanan Santoso dalam membangun Atlanta. Ia berharap hubungan Changhong dengan Atlanta semakin kuat dan berlangsung langgeng.

 

Selain Polytron, Akari, Philips, LG, Artugo, Sharp, Samsung, NIKO dan Changhong, dukungan dalam Re-Grand Opening tersebut juga datang dari Sony, AQUA, Daikin, Midea, MODENA dan TCL. Kehadiran para brand tersebut menunjukkan kuatnya jaringan kemitraan Atlanta yang menjadi salah satu modal untuk memperkuat bisnis ritel ke depan.

 

Bagi Atlanta, pengalaman selama lebih dari 30 tahun menjadi fondasi untuk memasuki fase baru. Perusahaan ingin mempertahankan kekuatan toko fisik sekaligus menjawab perubahan perilaku konsumen melalui pelayanan, edukasi produk, kelengkapan pilihan dan layanan purnajual.

 

Santoso berharap Re-Grand Opening Atlanta Elektronik MT Haryono menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat Semarang.

 

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.(eff)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.