Lewat Program Enduro Home Service, SMK Harapan Mulya Kendal Kelola Bengkel hingga Layani 200 Motor per Bulan

METROSEMARANG.COM, Kendal – Siswa SMK Harapan Mulya Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan kemampuan mengelola usaha bengkel melalui Teaching Factory Karya Speed.
Bengkel yang berdiri sejak 2022 itu disebut mampu melayani hingga 200 sepeda motor per bulan.
Dari pengelolaan tersebut, Karya Speed mencatat omzet mencapai sekitar Rp600 juta sejak pertama kali beroperasi.
Kemampuan siswa mengelola bengkel tersebut dikembangkan melalui program Enduro Home Service (EHS) yang dijalankan PT Pertamina Lubricants.
Program tersebut merupakan bagian dari skema Creating Shared Value (CSV) yang memberikan pengalaman praktik kepada siswa di bidang otomotif sekaligus kewirausahaan.
Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, keterampilan otomotif yang dimiliki siswa diharapkan tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan.
“Melalui EHS, siswa mendapatkan pengalaman langsung cara mengoperasikan bengkel, melayani pelanggan, hingga mempromosikan usaha mereka,” ujar Rika dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Siswa Belajar Teknis hingga Pemasaran Digital
Dalam program EHS, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran mengenai teknis perbaikan kendaraan.
Mereka juga memperoleh pelatihan kewirausahaan, kebugaran dan stamina, administrasi bengkel, teamwork, komunikasi dengan pelanggan, hingga pembuatan konten digital.
Kepala SMK Harapan Mulya Kendal Rikha Imaniarti mengatakan, sekolah juga mengembangkan sejumlah strategi untuk memperluas pasar Karya Speed.
Salah satunya dengan mengajukan proposal layanan servis kunjungan ke perumahan, instansi, hingga kegiatan komunitas di wilayah Kendal.
“Kami juga menyediakan opsi pembayaran pay later untuk konsumen, kemitraan dengan industri, perusahaan otomotif, kurir e-commerce dan perusahaan ekspedisi, serta digitalisasi,” kata Rikha.
Sejak EHS berjalan pada 2022, tercatat sekitar 150 siswa SMK Harapan Mulya telah terlibat dalam program tersebut.
Salah satu peserta, Muhammad Daffa, siswa kelas XII, mengaku mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan nyata yang ditemui mekanik ketika melayani konsumen.
“Programnya membantu saya memahami tantangan nyata yang dihadapi mekanik saat melayani konsumen, termasuk cara berkomunikasi,” ujarnya.
Menurut Daffa, persoalan teknis yang ditemui di lapangan cukup beragam. Namun, pendampingan guru membuat dirinya dapat mempelajari cara menangani berbagai persoalan tersebut.
Lulusan Kembangkan Bengkel Mandiri
Pengalaman yang diperoleh siswa melalui EHS juga dilanjutkan melalui Enduro Student Program (ESP).
Program tersebut memberikan pelatihan teknis, pendidikan karakter kewirausahaan, serta pendampingan bisnis bagi siswa yang ingin mengembangkan bengkel secara mandiri setelah lulus.
Salah satu alumni SMK Harapan Mulya, Sumaidi, telah mengembangkan bengkel mandiri dengan omzet tertinggi mencapai Rp30 juta per bulan.
Ia juga menjadi mitra Pertamina Enduro dengan capaian penjualan produk pelumas hingga 200 liter per bulan.
Selain praktik di bengkel, siswa SMK yang mengikuti program juga mendapat kesempatan mengenal ekosistem otomotif secara lebih luas.
Salah satunya melalui kesempatan mengikuti program Coaching Mekanik VR46 Academy dalam rangkaian Pertamina Mandalika GP.
Saat ini, program Enduro Home Service telah bermitra dengan 53 SMK di Indonesia.
Dari program tersebut, SMK Harapan Mulya disebut telah melahirkan 20 lulusan yang mampu mengelola bengkel secara mandiri.
Pertamina Lubricants menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa mengembangkan keterampilan, kewirausahaan, dan pengalaman kerja di sektor otomotif.