Perubahan Iklim Ancam Inflasi Jawa Tengah, Bank Indonesia Siapkan Strategi Mitigasi

METROSEMARANG.COM, Semarang, – Perubahan iklim yang semakin tak menentu menjadi ancaman serius bagi stabilitas harga pangan dan laju inflasi di Jawa Tengah.
Menanggapi fenomena ini, Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian cuaca.
Kepala BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyoroti tantangan utama yang dihadapi: sulitnya memprediksi iklim yang berpotensi mengganggu ketersediaan dan harga pangan.
“Iklim yang sulit diprediksi menjadi pengganjal stabilitas harga pangan. Kita harus antisipasi,” tegas Dwisaputra.
Ia menjelaskan bahwa anomali cuaca dapat memicu gagal panen atau penurunan produksi, yang pada gilirannya akan menaikkan harga komoditas pangan.
Strategi Antisipasi Inflasi Pangan
BI Jawa Tengah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng telah merumuskan beberapa strategi kunci diantaranya optimalisasi distribusi pangan dengan mendorong kerja sama antar daerah untuk mengoptimalkan distribusi pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit.
Kemudian lanjut Rahmat, adalah mengembangkan inovasi seperti pengolahan cabai menjadi pasta, cabai kering dan lainya, untuk menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga saat musim panen.
Langkah lain adalah peningkatan produksi lokal dengan menggalakkan demplot (demonstrasi plot) untuk berbagai komoditi penyumbang inflasi seperti cabai dan sayuran untuk mengedukasi petani dan mendorong praktik pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
“Kita juga berusaha memperpendek rantai pasokan dari petani langsung ke konsumen untuk meminimalkan biaya distribusi dan menjaga harga tetap terjangkau,” imbuhnya.
Meskipun inflasi secara historis cenderung bergerak sesuai musim panen (harga turun) dan musim tanam (harga naik), Rahmat optimis bahwa inflasi sepanjang tahun 2025 akan tetap terkendali dalam kisaran 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.
Untuk memperkuat koordinasi, bersaman Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng, BI akan segera mengadakan High Level Meeting dengan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah. Pertemuan ini bertujuan membahas isu-isu krusial terkait ketersediaan pangan dan merumuskan kebijakan bersama demi menjaga stabilitas harga.
Dengan berbagai langkah strategis ini, BI Jawa Tengah berkomitmen untuk memitigasi dampak negatif perubahan iklim terhadap inflasi, serta memastikan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di wilayah tersebut.