Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

IFG Dorong Literasi dan Inklusi Asuransi Lewat Riset, Digitalisasi, dan Aplikasi Super “One by IFG”

IFG Dorong Literasi dan Inklusi Asuransi Lewat Riset, Digitalisasi, dan Aplikasi Super “One by IFG”/ist

METROSEMARANG.COM, Jakarta – PT Indonesia Financial Group (IFG) semakin mempertegas perannya sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi dengan fokus mendorong literasi dan inklusi asuransi di seluruh Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis riset, edukasi, dan digitalisasi, IFG berkomitmen menjadikan asuransi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menjelaskan bahwa perusahaan mendirikan IFG Progress, sebuah lembaga riset independen yang secara khusus meneliti sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.

Lembaga ini bertujuan memberikan data dan analisis berbasis riset untuk mendukung kebijakan, inovasi, dan penguatan industri jasa keuangan nasional.

“IFG Progress kami hadirkan untuk memperkuat basis data dan riset yang dapat dimanfaatkan publik, akademisi, regulator, maupun pelaku industri. Semua hasil kajiannya bisa diakses secara terbuka melalui laman ifg.id/ifg-progress,” ujar Denny.

Melalui hasil riset tersebut, IFG ingin memastikan program literasi dan inklusi asuransi berjalan tepat sasaran serta menjadi dasar untuk mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial.

Digitalisasi dan Kolaborasi untuk Akses Lebih Luas

Selain riset, IFG juga memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui aplikasi digital One by IFG — sebuah “super app” yang mengintegrasikan berbagai produk finansial, mulai dari asuransi jiwa, asuransi umum, investasi, hingga layanan kesehatan digital.

“Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses, membeli, dan mengelola produk keuangan tanpa hambatan geografis maupun waktu. Kami ingin asuransi hadir dalam genggaman,” tutur Denny.

Aplikasi ini juga menawarkan fitur inovatif seperti klaim digital dengan unggahan dokumen foto, serta telemedicine atau konsultasi kesehatan daring yang bekerja sama dengan penyedia layanan terpercaya.

“Digitalisasi bagi kami bukan sekadar soal kemudahan, tapi menciptakan pengalaman yang manusiawi dan personal bagi segmen masyarakat yang sebelumnya sulit dijangkau,” tambahnya.

Melalui pendekatan digital, IFG ingin memastikan setiap masyarakat — dari nelayan di pesisir hingga pekerja lepas di kota besar — dapat memperoleh perlindungan finansial yang mudah, fleksibel, dan terjangkau.

“One by IFG memungkinkan siapa pun untuk mengakses produk asuransi sesuai kebutuhannya. Ini cara kami menjembatani kesenjangan literasi dan akses keuangan di Indonesia,” jelas Denny.

Strategi IFG tak berhenti pada digitalisasi. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan literasi dan inklusi.

IFG aktif bekerja sama dengan regulator, universitas, perusahaan, komunitas, hingga lembaga keuangan lokal untuk memperkenalkan produk dan edukasi asuransi kepada publik.

“Kolaborasi adalah amplifier kami. Dengan kerja sama, kami bisa menjangkau publik lebih luas dan menghadirkan produk inklusif sesuai kebutuhan masyarakat,” tutup Denny.

Dengan kombinasi riset, edukasi, kolaborasi, dan teknologi, IFG optimistis dapat memperkuat budaya asuransi di Indonesia — menjadikannya bukan hanya produk, tetapi kebutuhan dasar yang mendukung masa depan finansial yang tangguh.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.