Bapanas: Produksi Dalam Negeri Cukup, Pangan Nasional Tetap Aman

METROSEMARANG.COM, Semarang – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa kondisi pangan Indonesia saat ini berada dalam posisi kuat. Tidak hanya mencapai swasembada, Indonesia disebut telah melampaui tahap tersebut menjadi “swasembada plus”, terutama pada komoditas utama seperti beras.
Dikutip dari laman resmi Bapanas, Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa swasembada sempurna terjadi ketika kebutuhan konsumsi masyarakat sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Kondisi ini, menurutnya, telah berhasil dicapai Indonesia.
Beras menjadi indikator utama dalam mengukur ketahanan pangan nasional karena merupakan komoditas dengan tingkat konsumsi tertinggi di masyarakat. Saat ini, Indonesia bahkan tidak lagi melakukan impor beras medium, yang menjadi penanda kuat tercapainya swasembada penuh.
“Negara ini tidak impor beras medium berarti swasembada sempurna. Kalau ada swasembada plus, ya ini, di tahun ini,” ujar Amran dikutip dari laman resmi Bapanas, Sabtu 18 April 2026.
Capaian tersebut disebut diraih lebih cepat dari target pemerintah. Program penguatan sektor pangan yang dijalankan dinilai mampu mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Tak hanya beras, sejumlah komoditas strategis lain juga diklaim telah mencapai swasembada, seperti telur ayam, daging ayam, dan jagung pakan. Bahkan, beberapa komoditas disebut mulai berkontribusi pada pasar global.
Dari sisi cadangan, stok pangan nasional juga berada pada level tinggi. Pemerintah memastikan ketersediaan tersebut cukup untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi mengganggu produksi di berbagai negara.
Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas pangan nasional, meskipun tekanan global akibat perubahan iklim terus meningkat.***