Pengguna QRIS Jateng Tembus 8,72 Juta, BI Perluas QRIS Cross Border hingga Enam Negara

METROSEMARANG.COM, Semarang – Digitalisasi sistem pembayaran di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan pesat.
Hingga April 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jawa Tengah telah mencapai 8,72 juta pengguna, dengan tambahan sekitar 180 ribu pengguna baru.
Sementara jumlah merchant QRIS di provinsi ini telah menembus sekitar 3 juta merchant, menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap ekosistem pembayaran digital nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho menilai perkembangan tersebut menjadi indikator semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Akselerasi penggunaan QRIS juga menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital nasional. Selain memperkuat transaksi masyarakat, digitalisasi pembayaran dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar UMKM, dan mendukung inklusi keuangan.
Dalam Media Briefing Kamis 25 Juni 2026, Nugroho menegaskan bahwa percepatan digitalisasi sistem pembayaran merupakan salah satu kebijakan pro-growth yang terus diperkuat melalui pengembangan QRIS, BI-FAST, elektronifikasi bantuan sosial, digitalisasi transaksi pemerintah daerah, hingga pengembangan inovasi digital bagi pelaku usaha mikro.
Tidak hanya berkembang di dalam negeri, QRIS kini juga semakin mendunia melalui implementasi QRIS Cross Border.
Bank Indonesia telah menjalin kerja sama pembayaran lintas negara dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Melalui kerja sama tersebut, masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara-negara mitra dapat melakukan transaksi menggunakan aplikasi pembayaran yang terhubung dengan QRIS, begitu pula wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
Skema pembayaran lintas batas ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi transaksi internasional, mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan antarnegara.
“Saat ini kami telah menyiapkan langkah ekspansi berikutnya dengan menjajaki kerja sama serupa bersama Arab Saudi dan India,” imbuhnya.
Kehadiran kedua negara tersebut diproyeksikan semakin memperluas jaringan pembayaran digital Indonesia di tingkat global, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah, wisata, maupun aktivitas bisnis ke luar negeri.
Di tingkat daerah, KPwBI Jawa Tengah juga terus melakukan berbagai program perluasan akseptasi pembayaran digital melalui edukasi kepada masyarakat, pelaku UMKM, pelajar, hingga komunitas.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat transformasi ekonomi digital.
Selain memperluas penggunaan QRIS, Bank Indonesia juga memperkuat aspek pelindungan konsumen. Berbagai langkah edukasi, pengawasan penyelenggara sistem pembayaran, serta penanganan pengaduan masyarakat terus dilakukan agar penggunaan layanan pembayaran digital berlangsung aman dan terpercaya.
Dengan pertumbuhan pengguna dan merchant yang terus meningkat serta perluasan jaringan QRIS Cross Border ke berbagai negara, Bank Indonesia optimistis sistem pembayaran digital Indonesia akan semakin kompetitif dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional di masa depan.***