Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

BI Jawa Tengah Dorong Gerakan Pengendalian Hama Tikus demi Menjaga Pasokan dan Harga Pangan

Ilustrasi

METROSEMARANG.COM, Semarang  – Ancaman hama tikus dan anomali cuaca menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga produksi pertanian di Jawa Tengah.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pasokan pangan dan memicu kenaikan harga apabila tidak ditangani secara bersama-sama.

Menyikapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah preventif dengan memperkuat edukasi kepada petani mengenai pengendalian hama serta kemampuan membaca perubahan cuaca.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari H, menjelaskan, BI memang tidak terlibat langsung dalam penanganan hama di lapangan.

Namun, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas inflasi dan ketahanan pangan, BI berperan melalui peningkatan kapasitas petani.

“Saat ini kami sedang memberikan edukasi kepada para petani terkait cara menghadapi hama sekaligus memahami kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Harapannya, petani dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini sehingga risiko gagal panen dapat ditekan,” ujarnya.

Selain edukasi, BI juga tengah menyiapkan program pelatihan bergerak (mobile training) yang ditujukan kepada kelompok tani. Program tersebut akan membekali petani dengan pengetahuan membaca informasi cuaca serta teknik mitigasi ketika terjadi serangan hama maupun perubahan iklim ekstrem.

Menurutnya, anomali cuaca yang terjadi belakangan ini membuat pola tanam menjadi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya serangan hama tikus di sejumlah sentra produksi pangan.

BI juga mendorong pengendalian hama dilakukan secara kolektif. Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan gerakan bersama jauh lebih efektif dibandingkan penanganan secara individual.

“Salah satu contoh yang pernah dilakukan adalah kegiatan gropyokan tikus di Kabupaten Semarang. Melalui gerakan tersebut, masyarakat bersama-sama melakukan pemberantasan tikus secara serentak sehingga populasi hama dapat ditekan,” katanya, saat Media Breafing di kantor BI Jateng, Kamis 25 Juni 2026.

Namun demikian, BI menilai kegiatan tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi agar hasilnya lebih optimal.

“Pengendalian hama tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus menjadi gerakan bersama karena tikus memiliki pola perpindahan dan berkembang biak sesuai musim. Kalau hanya satu wilayah yang bergerak, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Ke depan, BI Jawa Tengah berharap pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani dapat memperkuat koordinasi dalam melakukan pengendalian hama secara serentak di berbagai wilayah.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat keberhasilan menjaga produksi pertanian akan berdampak langsung terhadap ketersediaan stok pangan, kestabilan harga bahan pokok, serta pengendalian inflasi di Jawa Tengah.

Dengan kombinasi edukasi, peningkatan kapasitas petani, serta gerakan pengendalian hama secara massal, BI Jawa Tengah optimistis risiko gangguan produksi akibat anomali cuaca maupun serangan tikus dapat diminimalkan sehingga pasokan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.