Bulog Jateng Salurkan Beras Bantuan Pangan Juni–Juli 2025 untuk 3,3 Juta Penerima di Jateng dan DIY, Akhir Juli Target Selesai

METROSEMARANG.COM, Semarang, – Perum Bulog Jawa Tengah mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk dua alokasi sekaligus, yakni bulan Juni dan Juli 2025.
Penyaluran dilakukan serentak pada bulan Juli dengan total penerima mencapai lebih dari 3,3 juta orang di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Secara simbolis penyerahan bantuan pangan (Banpang) dilakukan di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang, Kamis 24 Juli 2025 kepada warga yang berhak menerima.
Kepala Perum Bulog Jawa Tengah, Ahmad Kholisun, menjelaskan bahwa penugasan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Nomor 170/PS.03/07/2025 tertanggal 8 Juli 2025.
“Penyaluran dilakukan sekaligus untuk dua bulan, dengan total penerima bantuan pangan di Jawa Tengah sebanyak 3.016.406 PBP (Penerima Bantuan Pangan), dan DIY sebanyak 331.795 PBP. Totalnya mencapai 3.348.201 PBP,” jelas Ahmad Kholisun usai menyerahkan bantuan pangan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Penyaluran Banpang di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang.
Setiap penerima mendapatkan 10 kg beras per alokasi. Karena alokasi saat ini untuk bulan Juni dan Juli warga penerima mendapatkan 20 kg.
Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan volume penyaluran terbesar, yakni mencapai 66.964.020 kg atau sekitar 96,5% dari target.
Penyaluran dimulai sejak 15 Juli 2025, dan per 23 Juli sudah terealisasi sekitar 36.011.020 kg, atau 50 persen dari total target. Sisanya, sebesar 30.952.820 kg, ditargetkan selesai disalurkan hingga 30 Juli 2025.
“Untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, penyaluran diperbolehkan hingga 18 Agustus 2025,” tambahnya.
Program SPHP: Jaga Stok dan Harga Beras Stabil
Selain bantuan pangan, Perum Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga beras di tingkat konsumen dan telah diatur dalam Surat Perintah Nomor 173/TS.02/2025 tertanggal 8 Juli 2025.
Menurut Ahmad Kholisun, program SPHP menggunakan beras CBP dan dikemas dalam kemasan 5 kg bertuliskan “SPHP”. Beras ini dapat dibeli bebas oleh masyarakat dengan batas maksimal dua kemasan per orang, dan harga tertinggi Rp12.500 per kg atau Rp62.500 per kemasan.
“SPHP ini berbeda dengan bantuan pangan. Kalau bantuan sifatnya gratis dan penerimanya terdaftar, sedangkan SPHP untuk stabilisasi harga dan bisa dibeli oleh masyarakat umum,” kata Kholisun.
Untuk Provinsi Jawa Tengah, total alokasi beras SPHP sebesar 168.686 ton, namun realisasi hingga pertengahan Juli baru mencapai sekitar 12.000 ton, karena sebelumnya belum ada penyaluran antara April hingga pertengahan Juli.
Penyaluran SPHP dilakukan melalui beberapa jalur distribusi, seperti:
- Toko pengecer rakyat
- Kios pangan binaan pemerintah
- Koperasi Merah Putih desa/kelurahan
- Gerakan Pangan Murah (GPM)
- TNI dan Satgas Ketahanan Pangan
Ahmad Kholisun memastikan bahwa stok beras CBP masih sangat mencukupi, yakni sebesar 293.349 ton, untuk mendukung program bantuan pangan dan SPHP hingga Maret 2026.
“Kami berharap dengan kelancaran program ini, harga beras tetap terkendali dan turut menekan laju inflasi di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Aster Kodam IV/Diponegoro Kolenel Inf Lukman Hakim menambahkan, Kodam IV/Diponegoro menerjunkan 9000 Babinsa untuk mendukung dan mengawal program tersebut.
Distribusi ini bukan hanya tentang logistik, tapi juga menyangkut kepercayaan dan kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan.
” Di wilayah Kodam IV, yaitu Jawa Tengah dan DIY, ada sekitar 9.000 Babinsa. Mereka adalah ujung tombak terdepan yang paham betul kondisi sosial di wilayah binaannya,” ungkap Aster Kodam IV Diponegoro Kolonel Inf. Lukman Hakim.
“Para Babinsa ini sudah pegang daftar nama warga yang masuk kategori penerima bantuan. Jadi kami tinggal mendampingi Bulog untuk menyalurkan. Apalagi stok beras di Kota Semarang sangat aman, baik kualitas medium maupun yang ada di pasaran,” lanjutnya.***