OJK Jateng: Sektor Keuangan Tetap Stabil, Kredit UMKM Masih Perlu Digenjot

METROSEMARANG.COM, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di Jawa Tengah per Juni 2025 masih terjaga stabil. Stabilitas ini ditopang oleh likuiditas yang memadai serta tingkat risiko yang terkendali.
Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, menyebutkan bahwa aset perbankan di Jawa Tengah tercatat tumbuh 1,69% year on year (yoy) menjadi Rp591,02 triliun. Pertumbuhan ini turut didukung kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 1,67% menjadi Rp468,90 triliun serta penyaluran kredit yang naik 1,80% menjadi Rp421,88 triliun.
“Secara umum sektor jasa keuangan di Jawa Tengah masih dalam kondisi stabil. Pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, maupun kredit menunjukkan kinerja yang positif dan mampu mendukung perekonomian daerah,” ujar Hidayat Prabowo.
Meski begitu, OJK mencatat penyaluran kredit perbankan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah hanya tumbuh 0,70%. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 2,11%.
Menurut Hidayat, perbankan di Jawa Tengah masih cenderung menyalurkan kredit ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa pasar 36,5%, sektor industri pengolahan 17,10%, serta sektor produktif konsumtif sebesar 13,41%.
“Kami mendorong agar perbankan semakin meningkatkan dukungan pembiayaan ke sektor UMKM. Hal ini penting karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Tengah sekaligus penyerap tenaga kerja yang besar,” tegasnya.
Dengan kondisi stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga, OJK optimistis perbankan di Jawa Tengah mampu berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penyaluran kredit yang lebih inklusif kepada UMKM.***