QRIS Jelajah Indonesia 2025 Wilayah Jawa: Sinergi Budaya dan Digitalisasi di Tanah Jawa

METROSEMARANG.COM, Magelang, – Bank Indonesia kembali menghadirkan QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2025 sebagai momentum penting dalam memperluas akseptasi sistem pembayaran digital.
Mengusung semangat sinergi, kegiatan ini menggabungkan edukasi keuangan digital dengan kekayaan budaya Jawa, sehingga semakin dekat dengan masyarakat.
QJI Wilayah Jawa digelar pada 2–4 Oktober 2025 di lima titik utama: Kabupaten Magelang, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Kick off dilakukan di plataran Candi Borobudur Magelang, Kamis 2 Oktober 2025.
Sebanyak 14 tim peserta merupakan pemenang dari seleksi di tiap Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) se-Jawa. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai, wirausaha, hingga kreator konten.
Dalam kompetisi ini, peserta bekerja dalam tim beranggotakan 2–3 orang. Mereka menjalankan misi edukasi kepada masyarakat terkait sistem pembayaran digital, mulai dari QRIS, BI-FAST, Perlindungan Konsumen, CBP Rupiah, hingga APU-PPT.
Uniknya, setiap tim juga ditantang membuat konten video yang diunggah di media sosial agar manfaat edukasi bisa berlanjut lebih luas dan berjangka panjang.
Tujuh Misi QRIS Jelajah Budaya Jawa
Tahun ini, QJI Wilayah Jawa mengintegrasikan unsur budaya sebagai bagian dari edukasi. Terdapat tujuh misi yang dijalankan peserta, di antaranya:
1. Edukasi dan pengalaman QRIS di Kawasan Candi Borobudur.
2. QRIS Experience di transportasi melalui Trans Jogja dan edukasi elektronifikasi di Tugu Golong Giling Yogyakarta.
3. Edukasi CBP Rupiah untuk masyarakat Pasar Beringharjo Yogyakarta.
4. Vlog kebudayaan di Kampung Kauman, Kota Surakarta.
5. Sosialisasi perlindungan konsumen di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang.
6. Retribusi digital dengan QRIS di kawasan Kota Lama Semarang.
7. Edukasi BI-FAST melalui pendaftaran proxy address di Lawang Sewu, Kota Semarang.
Dengan perpaduan misi edukasi dan kebudayaan ini, peserta tak hanya mengenalkan digitalisasi pembayaran, tetapi juga mempromosikan potensi lokal seperti kuliner, pasar tradisional, hingga ikon wisata budaya.
Kepala KPw BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyampaikan kebanggaannya karena Jawa Tengah terpilih menjadi tuan rumah.
“QRIS Jelajah Budaya ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengangkat budaya sekaligus mengedukasi masyarakat tentang transaksi digital. Dari Jawa untuk Indonesia, kita tunjukkan kemandirian bangsa melalui sistem pembayaran yang modern dan inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPw BI Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa misi kesejahteraan budaya Indonesia.
“Kami memulai perjalanan dari Borobudur, lalu ke Malioboro, Solo, hingga Semarang. Ada tujuh misi yang dijalankan peserta, dari edukasi QRIS hingga promosi kearifan lokal. Digitalisasi dan budaya tidak bisa dipisahkan—keduanya harus saling menguatkan,” ungkapnya.
Ibrahim juga menambahkan bahwa QRIS menjadi terobosan penting bagi dunia pariwisata.
“QRIS adalah game changer. Wisatawan asing kini bisa dengan mudah bertransaksi di Indonesia tanpa harus repot menukar uang. Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, pariwisata Jawa dan UMKM lokal bisa semakin tumbuh dan berdaya saing,” jelasnya.
Menurut data Bank Indonesia per Agustus 2025, volume transaksi QRIS nasional mencapai 8,8 miliar transaksi, melampaui target sebesar 6,5 miliar.
Jumlah pengguna tercatat 57,6 juta dengan 40,5 juta merchant. Pulau Jawa mendominasi dengan kontribusi 7,5 miliar transaksi (85% nasional), 39,5 juta pengguna, dan 27,3 juta merchant—sebagian besar dari sektor UMKM.
Bank Indonesia menilai capaian tersebut tidak lepas dari peran kompetisi QRIS Jelajah Indonesia, yang mampu mendorong keterlibatan masyarakat luas sekaligus memperkuat literasi keuangan digital di berbagai daerah.
QJI Wilayah Jawa 2025 menjadi bukti bahwa digitalisasi dan budaya dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi ekonomi serta pariwisata lokal.***