Bulog Jateng Salurkan Minyakita ke Pasar Rakyat
*Harga Konsumen Ditahan Rp15.700 per Liter

METROSEMARANG.COM, SEMARANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mulai menyalurkan Minyakita secara massal ke pasar-pasar rakyat guna menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga minyak goreng rakyat. Penyaluran tersebut dibarengi pemantauan langsung di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026).
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati menyampaikan, distribusi Minyakita dilakukan bersama Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah serta Dinas Perdagangan Kota Semarang sebagai bentuk pengawasan terpadu. Langkah ini merupakan tindak lanjut penugasan pemerintah kepada Bulog dalam pengelolaan minyak goreng rakyat.
“Mulai hari ini kami melakukan monitoring stabilisasi pasokan dan keterjangkauan harga Minyakita bersama dinas terkait di pasar rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran Minyakita mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mulai berlaku efektif Januari 2026. Melalui regulasi tersebut, Bulog mendapat mandat mengelola sekitar 35 persen kebutuhan minyak goreng rakyat secara nasional.
“Bulog menerima pasokan langsung dari produsen dan menyalurkannya langsung ke pengecer tanpa melalui distributor lain,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga telah menetapkan harga eceran tertinggi Minyakita melalui Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2396 Tahun 2025 yang berlaku sejak 24 Desember 2025. Aturan tersebut mengatur struktur harga dari tingkat produsen hingga konsumen akhir.
“Harga dari Bulog ke pengecer sebesar Rp14.500 per liter dan wajib dijual ke masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter,” tegasnya.
Secara nasional, Bulog memperoleh kuota Minyakita sebesar 720 ribu kiloliter dengan alokasi Januari 2026 sekitar 30 ribu kiloliter. Untuk Jawa Tengah, kuota yang diterima mencapai 1.170 kiloliter.
“Hingga 27 Januari 2026 realisasi pasokan di Jawa Tengah sudah mencapai sekitar 88 persen atau 1.038 kiloliter dan terus kami dorong penyalurannya ke masyarakat,” jelasnya.
Penyaluran Minyakita di Jawa Tengah menyasar 34 pasar pantauan SP2KP dan BPS yang tersebar di 25 kabupaten/kota. Selain itu, distribusi juga dilakukan melalui jaringan pengecer binaan Bulog di luar pasar rakyat.
“Penyaluran dilakukan melalui RPK, KDMP, serta jaringan SRC agar menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, pasokan Minyakita untuk Jawa Tengah berasal dari empat produsen, yakni Wilmar, Sinarmas, Apical, dan Megasurya. Ketersediaan pasokan dari produsen dinilai cukup untuk mendukung kelancaran distribusi.
Ia menambahkan, pembelian Minyakita dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton per konsumen per hari. Seluruh pengecer diwajibkan memiliki identitas resmi, memasang informasi harga, serta menandatangani pakta integritas.
“Pengecer dilarang menjual di atas HET, menimbun barang, maupun menyalurkan kembali ke pengecer lain,” katanya.
Pengawasan distribusi Minyakita, lanjut dia, akan terus diperkuat melalui Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dikawal Ditreskrimsus Polda di masing-masing wilayah. Intensitas pemantauan juga akan ditingkatkan menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional. (eff)