Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, MBG Jadi Salah Satu Motor Pendorong

METROSEMARANG.COM, Semarang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Tidak hanya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, program tersebut juga memicu pertumbuhan sektor kuliner, jasa boga, hingga konstruksi di berbagai daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,89 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61 persen.
Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 14,14 persen. Lonjakan ini dinilai tidak lepas dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan program MBG memberi pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama pada sektor konsumsi dan usaha makanan.
“Pertumbuhan sektor akomodasi dan makan-minum yang sangat tinggi didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan, serta akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Noor Nugroho dalam keterangannya di Semarang.
Program tersebut turut menciptakan permintaan dalam jumlah besar terhadap bahan pangan lokal dan layanan katering. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas UMKM pangan di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Tidak hanya sektor konsumsi, dampak MBG juga mulai terlihat pada sektor konstruksi. Pertumbuhan sektor konstruksi tercatat mencapai 11,91 persen, salah satunya dipicu pembangunan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SPPG berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat program. Kehadiran fasilitas ini juga memperkuat rantai pasok pangan lokal karena melibatkan petani dan pelaku usaha daerah.
Selain didorong program pemerintah, momentum Lebaran turut memperkuat perputaran uang di masyarakat. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah yang mencapai 123,82.
Pemerintah berharap sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis dengan penguatan UMKM pangan dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2026.***