Hantavirus Ramai Dibahas, Siti Fadilah: Usir Tikusnya, Bukan Takut Berlebihan

METROSEMARANG.COM, Semarang — Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004–2009, Siti Fadilah Supari, mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi isu Hantavirus yang belakangan kembali ramai diperbincangkan.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami sumber penularan virus tersebut dan lebih mengutamakan langkah pencegahan sederhana dibanding rasa takut berlebihan.
Dalam sebuah wawancara di podcas sindonews, Siti Fadilah menegaskan bahwa Hantavirus bukan penyakit baru.
Baca juga: BSSN dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi, Amankan Data JKN dari Ancaman Siber
Ia menyebut virus tersebut sudah ditemukan sejak lama dan kerap muncul di wilayah dengan sanitasi buruk maupun kondisi lingkungan yang tidak sehat.
“Hantavirus berasal dari tikus. Yang penting rumah bersih dan tidak ada tikus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penularan Hantavirus umumnya terjadi melalui partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang bercampur debu lalu terhirup manusia. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah paling penting untuk mencegah penularan.
Selain menyoroti aspek kesehatan lingkungan, Siti Fadilah juga mengkritisi munculnya pembahasan mengenai pengembangan vaksin Hantavirus berbasis mRNA. Ia mengaku khawatir isu wabah kembali dimanfaatkan untuk kepentingan industri vaksin global.
Baca juga: Lindungi Data Peserta, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BSSN Hadapi Ancaman Siber
Menurutnya, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan kesehatan dan tidak serta-merta mengikuti agenda internasional tanpa mempertimbangkan kebutuhan nasional.
Ia juga menyinggung amandemen International Health Regulations (IHR) dari WHO yang dinilai berpotensi memengaruhi kedaulatan kebijakan kesehatan suatu negara.
Dalam kesempatan yang sama, Siti Fadilah turut mengkritik sejumlah regulasi kesehatan nasional. Salah satunya terkait aturan vaksinasi yang menurutnya perlu mempertimbangkan kondisi medis setiap individu.
Baca juga: BRI Peduli Serahkan Bantuan Ambulans untuk Dukung Pelayanan Kesehatan Kodam IV/Diponegoro
Selain itu, ia menilai program internship dokter saat ini perlu dievaluasi. Ia lebih mendukung konsep distribusi tenaga kesehatan ke daerah melalui sistem penugasan yang dianggap lebih efektif untuk menjangkau wilayah terpencil.
Di akhir pernyataannya, Siti Fadilah mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi isu kesehatan global. Ia meminta warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga sanitasi lingkungan, serta tidak mudah terpancing kepanikan.
“Yang terpenting adalah berpikir logis dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.***