Tak Biasa! Rayakan 3 Bulan Menikah, Pasangan Asal Semarang Lari di Rupiah Borobudur Playon Pakai Busana Pengantin Adat Jawa

METROSEMARANG.COM, Magelang – Ribuan peserta memadati ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Taman Wisata Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu 5 Juli 2026.
Namun, perhatian peserta dan penonton justru tertuju pada sepasang pelari yang tampil berbeda mengenakan busana pengantin adat Jawa.
Pasangan tersebut adalah Hayu Pratiwi dan Much Thohir, peserta asal Kota Semarang yang sengaja mengenakan pakaian adat Jawa Tengah saat mengikuti lomba lari sebagai bentuk perayaan tiga bulan usia pernikahan mereka.
Penampilan keduanya yang tetap berlari mengenakan busana pengantin tradisional sukses mengundang decak kagum sekaligus menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian selama penyelenggaraan event sport tourism tersebut.
Hayu Pratiwi mengungkapkan, ide mengenakan pakaian pengantin muncul sebagai cara sederhana tetapi berkesan untuk merayakan perjalanan rumah tangga yang baru mereka jalani.
“Kita dari Semarang. Kita merayakan tiga bulan pernikahan. Pas tanggal 5 juga, supaya semangat pengantin barunya tetap ada terus,” kata Hayu.
Menurutnya, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat yang hadir di Borobudur.
“Kita pengen kostum adat Jawa ini juga dikenal sama masyarakat,” ujarnya.
Selain membawa pesan budaya, pasangan tersebut juga ingin mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat melalui olahraga meskipun telah memasuki kehidupan rumah tangga.
Sang suami Much Thohir menambahkan, menjaga kesehatan merupakan bekal penting agar pasangan suami istri dapat terus mendampingi satu sama lain dalam menjalani kehidupan.
“Tentunya juga menjaga kesehatan agar semangat untuk berjuang bersama keluarga tetap ada, menua bersama, sehat bersama,” tuturnya.
Busana adat Jawa yang dikenakan pasangan itu tidak menghalangi semangat mereka menyelesaikan lintasan lomba bersama ribuan peserta lainnya.
Sepanjang rute lari, keduanya beberapa kali menjadi perhatian peserta lain yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera maupun telepon genggam.
Tak sedikit peserta yang memberikan semangat dan mengajak keduanya berfoto karena penampilan mereka dinilai unik sekaligus mengangkat nilai budaya lokal.
Rupiah Borobudur Playon 2026 sendiri diikuti lebih dari 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dengan kategori lari 5 kilometer dan 10 kilometer.
Ajang yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Magelang itu tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana promosi pariwisata, budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Hayu Pratiwi dan Much Thohir menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan event tersebut karena berhasil memadukan semangat olahraga dengan pelestarian budaya Jawa.
Momen itu sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan kebahagiaan, memperkenalkan budaya daerah, serta menginspirasi masyarakat menjalani gaya hidup sehat.
Bagi pasangan muda tersebut, garis finis bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah merayakan kebersamaan, menjaga kesehatan, serta membawa pesan bahwa cinta, budaya, dan olahraga dapat berjalan beriringan dalam satu langkah di Rupiah Borobudur Playon 2026.***