Kolaborasi BRI dan Akpol Hadirkan Laboratorium Social Sains Kepolisian
*Perkuat Kompetensi Taruna melalui Pendidikan Berbasis Riset

METROSEMARANG.COM, SEMARANG- Kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan Akademi Kepolisian (Akpol) menghadirkan Laboratorium Social Sains Kepolisian sebagai sarana pembelajaran dan penelitian bagi para taruna. Fasilitas yang diwujudkan melalui Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diharapkan memperkuat pendidikan berbasis riset untuk mencetak calon perwira Polri yang profesional, humanis, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.
Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan Laboratorium Social Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Senin (6/7/2026). Peresmian dihadiri Gubernur Akademi Kepolisian, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga; Group Head Institutional Business 1 Group BRI, M. Choliq Adi; Regional CEO Regional Office Semarang BRI, Bernadi Kurniawan; Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti; serta jajaran Akademi Kepolisian.
Group Head Institutional Business 1 Group BRI, M. Choliq Adi mengatakan, Program BRI Peduli TJSL merupakan komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan sektor pendidikan. Menurutnya, kolaborasi dengan Akademi Kepolisian menjadi bagian dari upaya BRI menciptakan ekosistem pembelajaran yang mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul.

“Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen BRI dalam memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan. Kami berharap Laboratorium Social Sains Kepolisian dapat menjadi pusat pembelajaran dan penelitian yang memperkuat kompetensi taruna serta mendukung lahirnya inovasi di bidang ilmu sosial kepolisian,” jelasnya.
Menurut Choliq, tantangan kepolisian di masa depan semakin kompleks sehingga membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami dinamika sosial masyarakat. Kehadiran laboratorium tersebut diharapkan menjadi sarana bagi para taruna untuk mengembangkan kemampuan analisis, penelitian, dan pengambilan keputusan berbasis data.
“Melalui sinergi dengan Akademi Kepolisian, kami ingin menghadirkan kontribusi yang memberikan dampak jangka panjang. Investasi di bidang pendidikan merupakan investasi terbaik untuk mendukung pembangunan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan, keberadaan Laboratorium Social Sains Kepolisian akan memperkuat proses pendidikan di Akademi Kepolisian, terutama dalam mengembangkan kemampuan analisis sosial para taruna. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pembentukan perwira Polri yang semakin profesional, humanis, dan Presisi dalam menjawab tantangan tugas kepolisian.
“Laboratorium ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu sosial kepolisian yang mampu memperkaya proses pembelajaran, penelitian, serta melahirkan berbagai inovasi untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” tandasnya.
Laboratorium Social Sains Kepolisian menjadi salah satu hasil kolaborasi BRI melalui Program BRI Peduli TJSL dengan Akademi Kepolisian dalam memperkuat pendidikan tinggi kepolisian. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu sosial kepolisian yang mampu menjawab tantangan keamanan dan pelayanan publik yang terus berkembang.(eff)