Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Era AI dan Siber, BSSN Dorong Pesantren Bentengi Umat dari Ancaman Digital

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi (tengah) memberikan paparan saat Ijtima Ulama Indonesia yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026)/dok.bssn.go.id

METROSEMARANG.COM, Jakarta – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi menegaskan pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga umat sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di tengah perkembangan teknologi siber dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Ijtima Ulama Indonesia yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026).

Dalam forum itu, Kepala BSSN menekankan bahwa ancaman di ruang digital kini tidak hanya menyasar sistem teknologi, tetapi juga dapat memengaruhi pola pikir, nilai, hingga persatuan masyarakat.

Menurutnya, pesantren tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi pusat penguatan literasi digital, etika bermedia, dan kesadaran keamanan siber bagi para santri maupun masyarakat luas.

“Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan AI menghadirkan banyak peluang untuk kemajuan pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Namun, teknologi tersebut juga membawa tantangan baru berupa penyebaran hoaks, disinformasi, manipulasi digital, penipuan siber, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun menjadi korban kejahatan siber.

Dalam kesempatan tersebut, Nugroho juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan ulama dan pesantren, untuk bersama-sama membangun budaya sadar keamanan siber sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, keamanan siber saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat.

Pesantren dinilai memiliki jaringan yang luas dan pengaruh besar dalam membangun karakter generasi muda, sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan ruang digital.

Selain membangun kemampuan teknologi, santri juga diharapkan memiliki fondasi akhlak, etika, dan nasionalisme yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era transformasi digital.

BSSN menilai keseimbangan antara penguasaan teknologi dan nilai moral menjadi kunci agar perkembangan AI dapat dimanfaatkan secara positif bagi kemajuan bangsa.

Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga pendidikan pesantren, Indonesia diharapkan memiliki sumber daya manusia yang tangguh, cakap digital, serta mampu menjaga kedaulatan bangsa di ruang siber.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.