Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Ancaman Siber Kian Kompleks, BSSN Ajak Bank Jateng Perkuat Tata Kelola Keamanan Digital

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, saat membuka Security Awareness Program: Executive Strategic Session for Bank Jateng Top Management yang berlangsung di Kantor Bank Jateng, Semarang, Selasa (21/7/2026)/dok IG BSSN

METROSEMARANG.COM, Semarang – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan siber di sektor jasa keuangan sebagai upaya menjaga stabilitas sistem perekonomian nasional di tengah ancaman serangan siber yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, saat membuka Security Awareness Program: Executive Strategic Session for Bank Jateng Top Management yang berlangsung di Kantor Bank Jateng, Semarang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan Bank Jateng untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko keamanan siber.

Menurut Nugroho, tidak ada sistem yang sepenuhnya aman dari ancaman siber. Berbagai insiden yang terjadi di sektor keuangan global menunjukkan bahwa serangan siber mampu menimbulkan gangguan operasional, kerugian finansial, hingga menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

“Keberhasilan penyelenggaraan keamanan siber tidak hanya bertumpu pada keandalan teknologi, tetapi juga sangat ditentukan oleh komitmen serta kepemimpinan dalam mengintegrasikan manajemen risiko siber ke setiap keputusan strategis organisasi,” ujar Nugroho.

Ia menambahkan, transformasi digital yang berlangsung pesat di industri perbankan harus diimbangi dengan penguatan tata kelola keamanan siber agar layanan kepada masyarakat tetap aman dan terpercaya.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank Jateng, Adnas, mengatakan meningkatnya kompleksitas ancaman siber dapat berdampak langsung terhadap operasional perbankan, kepercayaan nasabah, kepatuhan terhadap regulasi, reputasi perusahaan, hingga keberlangsungan bisnis.

“Karena itu, keamanan siber harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen organisasi,” kata Adnas.

Forum strategis tersebut juga menghadirkan Chairman CISSReC, Pratama Dahlian Persadha, yang memaparkan tren ancaman siber terbaru yang menyasar sektor perbankan dan jasa keuangan. Peserta juga mendapatkan simulasi mengenai potensi kebocoran keamanan sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan.

Melalui kegiatan ini, BSSN mendorong agar pimpinan perbankan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai pengelolaan risiko siber sehingga mampu membangun budaya keamanan informasi di seluruh organisasi.

BSSN menilai kolaborasi antara pemerintah, industri perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital nasional yang tangguh di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.

Melalui sinergi antara BSSN, Bank Jateng, dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), diharapkan ekosistem digital perbankan nasional semakin andal, tangguh, dan terpercaya untuk mendukung keberlanjutan transformasi digital Indonesia.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.