Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Astra Motor Jateng Resmikan TUK SMK BTB Juwana, Siswa Dibekali Standar Industri Honda

Astra Motor Jawa Tengah meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana, Kabupaten Pati./dok

METROSEMARANG.COM, Pati – Peluang siswa SMK untuk memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri otomotif terus diperkuat. Astra Motor Jawa Tengah meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di SMK Bhina Tunas Bhakti (BTB) Juwana, Kabupaten Pati.

Peresmian TUK tersebut dilakukan Rabu (12/8/2026) dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Fasilitas ini menjadi TUK ke-9 binaan Astra Motor Jateng di wilayah Jawa Tengah.

TUK SMK BTB Juwana dilengkapi sejumlah peralatan berstandar industri yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Peralatan tersebut disiapkan dengan mengacu pada standar teknologi dan layanan sepeda motor Honda. Dengan begitu, pembelajaran siswa diharapkan semakin dekat dengan kondisi yang mereka hadapi ketika masuk ke dunia kerja.

Vocational Manager Astra Motor Jateng, Achmad Wahyudi Irmono, mengatakan kerja sama antara Astra Motor dengan SMK BTB Juwana bukan hal baru.

Kemitraan tersebut telah berjalan sejak 2013. Selama perjalanan kerja sama itu, perkembangan fasilitas dan kualitas sekolah terus mengalami peningkatan hingga mencapai akreditasi A+.

Menurut Achmad, penguatan pendidikan vokasi tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas praktik.

Astra Motor bersama pihak terkait juga terlibat dalam penyelarasan kurikulum Teknik Sepeda Motor serta memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada guru agar proses pembelajaran semakin sesuai dengan perkembangan industri.

“Jadi kami dan kementerian bekerja sama untuk membentuk kurikulum di TSM. Kami juga memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi guru agar standar mengajar sesuai industri,” kata Achmad.

Sementara bagi siswa, pembinaan dilakukan melalui berbagai program peningkatan keterampilan. Salah satunya melalui kontes technical skill yang digelar Astra Honda Motor (AHM) mulai tingkat regional hingga nasional.

Menariknya, siswa yang berhasil menunjukkan prestasi juga memiliki peluang mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Astra.

Program tersebut menyediakan kuota dua siswa berprestasi setiap tahun.

Bukan Sekadar Tempat Uji Kompetensi

Kehadiran TUK di SMK BTB Juwana diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan ujian kompetensi.

Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi jembatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi sepeda motor sekaligus memahami kebutuhan konsumen di industri otomotif.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kolaborasi antara Astra Honda dan SMK BTB Juwana tersebut.

Menurutnya, fasilitas dan pembinaan yang diberikan industri dapat meningkatkan kualitas lulusan SMK sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kerja sama ini sangat kami apresiasi karena Astra Honda menginformasikan bahwa dengan adanya fasilitas TUK ini, anak-anak lulusan sini nantinya sudah siap kerja di dunia industri, khususnya di Astra Honda dan jaringannya,” ujar Chandra.

Ia berharap keberadaan TUK tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi SMK BTB Juwana, tetapi juga menjadi contoh bagi sekolah kejuruan lain di Kabupaten Pati.

“Harapannya TUK SMK BTB ini bisa menjadi contoh dan menular ke SMK-SMK lainnya juga di daerah Pati,” katanya.

Diproyeksikan Jadi AHASS Teaching Factory

Pengembangan TUK SMK BTB Juwana juga tidak berhenti sampai di sini.

Vocational Manager Astra Honda Motor, Gunardi, mendorong fasilitas tersebut ke depan dapat berkembang menjadi AHASS Teaching Factory (TEFA).

Konsep tersebut memungkinkan siswa Teknik Sepeda Motor mendapatkan pengalaman praktik yang lebih nyata, termasuk belajar memberikan layanan langsung kepada konsumen.

Dengan model tersebut, siswa tidak hanya belajar memperbaiki dan merawat sepeda motor, tetapi juga mengenal standar pelayanan serta ekosistem kerja yang berlaku di industri otomotif.

Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan industri otomotif terus berkembang. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang mampu secara teknis, tetapi juga memiliki pengalaman, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap standar pelayanan.

Kolaborasi antara sekolah dan industri pun menjadi salah satu cara untuk memperkecil jarak antara materi yang dipelajari siswa di ruang kelas dengan kebutuhan nyata di tempat kerja.

Bagi SMK BTB Juwana, kehadiran TUK berstandar industri sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan pendidikan vokasi yang telah dibangun bersama Astra Motor sejak 2013.

Dengan dukungan fasilitas, penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pembinaan siswa secara berkelanjutan, lulusan diharapkan semakin siap memasuki industri otomotif.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya soal mencetak lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga memastikan mereka mempunyai keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.