Astra Motor Jateng Resmikan TUK SMK Al Huda Bumiayu, Bidik Lulusan Siap Kerja

METROSEMARANG.COM, Brebes – Upaya memperkuat pendidikan vokasi dan mendekatkan kompetensi siswa dengan kebutuhan industri terus dilakukan Astra Motor Jateng. Terbaru, Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi hadir di SMK Al Huda Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Peresmian TUK tersebut dilakukan pada Kamis (13/8/2026). Fasilitas ini menjadi TUK ke-10 binaan Astra Motor Jateng di Jawa Tengah.
Kehadiran TUK tidak hanya menambah fasilitas praktik bagi siswa. Lebih jauh, tempat tersebut disiapkan untuk memastikan kemampuan siswa, khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), sesuai dengan standar yang dibutuhkan industri otomotif.
Vocational Manager Astra Motor Jateng, Achmad Wahyudi Irmono atau Awi, mengatakan fasilitas TUK dilengkapi peralatan yang mengacu pada standar industri Honda.
“Melalui TUK ini, kami mempersiapkan siswa SMK binaan dengan fasilitas, kurikulum, dan pembinaan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Awi.
Menurut dia, pembinaan tidak hanya diberikan kepada siswa. Astra Motor Jateng juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui sertifikasi guru pengajar.
Langkah tersebut dinilai penting agar materi dan keterampilan yang diberikan di sekolah tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan industri sepeda motor.
Ditargetkan Naik Kelas Jadi AHASS TEFA
Astra Motor Jateng juga mendorong SMK Al Huda Bumiayu tidak berhenti pada status TUK. Sekolah tersebut ditargetkan dapat berkembang menjadi AHASS Teaching Factory (TEFA).
Dengan konsep tersebut, siswa nantinya tidak hanya berlatih menggunakan fasilitas praktik, tetapi juga memperoleh pengalaman menghadapi pekerjaan secara lebih nyata, termasuk memberikan layanan kepada konsumen.
Awi mengatakan pengalaman praktik langsung akan menjadi modal penting bagi siswa sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Saat ini Astra Motor Jateng membina 62 SMK di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 sekolah yang telah memiliki TUK dan dua sekolah yang sudah mengembangkan AHASS Teaching Factory.
Program pengembangan pendidikan vokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Astra melalui Catur Dharma Astra, khususnya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Kerja Sama Astra Honda dan SMK Al Huda Terjalin Sejak 2016
Kepala SMK Al Huda Bumiayu, Yudi Haryadi, mengatakan hadirnya TUK merupakan hasil dari proses kerja sama yang telah dibangun sekolah bersama Astra Honda selama bertahun-tahun.
Kemitraan tersebut telah berlangsung sejak 2016. Menurut Yudi, kerja sama dengan industri menjadi penting karena sekolah tidak cukup hanya memberikan pembelajaran teori kepada siswa.
“Dunia pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan teori, tetapi juga harus memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diakui industri,” ujar Yudi.
Ia berharap keberadaan TUK dapat semakin mempersempit jarak antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, siswa yang lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang lebih siap digunakan ketika memasuki industri.
Berawal dari 30 Siswa, Kini Miliki 1.185 Siswa
Perkembangan SMK Al Huda Bumiayu juga cukup panjang. Ketua Yayasan Shofwatussu’ada, H Ahmad Kholili, mengatakan sekolah tersebut dirintis pada 2004 sebagai program kelas jauh pondok pesantren dengan hanya sekitar 30 siswa.
Pada awal berdiri, sekolah membuka jurusan Tata Busana serta Komputer dan Jaringan.
Tiga tahun kemudian, SMK Al Huda Bumiayu mulai membuka jurusan Teknik Sepeda Motor. Jurusan tersebut kemudian berkembang menjadi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Kini SMK Al Huda Bumiayu telah memiliki 35 rombongan belajar dengan total sekitar 1.185 siswa. Perkembangan tersebut juga tidak lepas dari pendampingan Astra Honda dalam pengembangan sarana, prasarana, serta peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam peresmian TUK, PT Astra Honda Motor (AHM) juga menyerahkan satu unit sepeda motor untuk mendukung kegiatan praktik siswa jurusan TBSM.
Bantuan tersebut diharapkan semakin memperkuat pembelajaran berbasis industri sehingga siswa dapat terbiasa dengan teknologi, prosedur, dan standar kerja yang digunakan di dunia otomotif.
Bagi SMK Al Huda Bumiayu, hadirnya TUK sekaligus menjadi tantangan baru. Bukan sekadar memiliki fasilitas berstandar industri, tetapi bagaimana fasilitas tersebut benar-benar mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja.***