Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

Peringatan Keras Bagi Orang Tua! Membonceng Anak di Depan Saat Liburan Bisa Berujung Petaka, Cek Faktanya!

Peringatan Keras Bagi Orang Tua! Membonceng Anak di Depan Saat Liburan Bisa Berujung Petaka, Cek Faktanya/Dok

METROSEMARANG.COM, Semarang – Masa libur sekolah identik dengan jalan-jalan bersama keluarga. Bagi banyak orang tua, sepeda motor masih menjadi pilihan transportasi favorit karena dinilai praktis, lincah, dan lebih hemat biaya.

Namun di tengah ramainya perjalanan liburan, masih banyak ditemukan pemandangan yang mengkhawatirkan. Tidak sedikit sepeda motor yang membawa lebih dari dua orang penumpang. Bahkan, anak-anak kerap ditempatkan di bagian depan motor, tepat di antara pengendara dan setang kemudi.

Padahal, kebiasaan tersebut menyimpan risiko besar yang sering kali tidak disadari para orang tua.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengingatkan bahwa posisi anak di depan motor bukanlah tempat yang aman. Saat terjadi pengereman mendadak atau tabrakan dari arah depan, anak berpotensi mengalami cedera serius karena tubuhnya bisa terhimpit antara pengendara dan setang motor.

“Anak-anak memiliki kondisi fisik yang masih rentan. Karena itu, posisi mereka saat dibonceng harus benar-benar diperhatikan agar tidak menambah risiko ketika terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan,” ujarnya.

Selain risiko benturan, keberadaan anak di depan juga dapat mengganggu pengendalian kendaraan. Pengendara membutuhkan ruang yang cukup untuk menggerakkan setang, terutama saat harus bermanuver menghindari lubang, kendaraan lain, atau kondisi darurat di jalan.

Jika ruang gerak tangan terbatas karena terhalang tubuh anak, kemampuan pengendara untuk mengendalikan motor bisa berkurang dan berpotensi memicu kecelakaan.

Tak hanya itu, faktor cuaca juga perlu menjadi perhatian. Pada musim kemarau, anak yang duduk di bagian depan akan lebih banyak terpapar debu, angin, dan polusi kendaraan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, kelelahan, hingga dehidrasi selama perjalanan.

Perhatikan Cara Aman Membonceng Anak

Agar perjalanan liburan tetap nyaman dan aman, orang tua disarankan mengikuti beberapa prinsip dasar keselamatan saat membonceng anak menggunakan sepeda motor.

Pertama, anak harus selalu duduk di jok belakang pengendara. Posisi ini dinilai lebih aman dibandingkan duduk di depan motor.

Kedua, pastikan kondisi fisik anak sudah memungkinkan untuk dibonceng. Salah satu indikatornya adalah kaki anak sudah bisa menapak sempurna pada pijakan kaki penumpang dan mampu berpegangan atau memeluk pengendara dengan baik selama perjalanan.

Ketiga, jangan abaikan perlengkapan keselamatan. Anak wajib menggunakan helm berstandar SNI yang sesuai ukuran kepala. Selain itu, gunakan jaket, celana panjang, dan sepatu untuk memberikan perlindungan tambahan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah mematuhi kapasitas kendaraan. Sepeda motor pada dasarnya dirancang untuk dua orang, yakni satu pengendara dan satu penumpang. Membawa lebih dari satu penumpang tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga dapat mengurangi stabilitas kendaraan.

Jangan Korbankan Keselamatan Demi Kepraktisan

Menurut Oke, keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama, terutama saat menikmati libur sekolah bersama anak-anak.

“Liburan sekolah seharusnya menjadi momen untuk menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Karena itu, selalu utamakan keselamatan saat berkendara. Jangan sampai keceriaan liburan berubah menjadi penyesalan akibat mengabaikan aspek keselamatan, terutama saat membawa anak,” pesannya.

Melalui kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Jateng terus mengingatkan masyarakat bahwa perjalanan yang menyenangkan bukan hanya soal cepat sampai tujuan, tetapi juga memastikan seluruh anggota keluarga tiba dengan selamat.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.