Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

HARRIS Hotel Solo & Batik Gunawan Setiawan Bentangkan Batik Terbesar di Hari Batik Nasional 2025

HARRIS Hotel Solo & Batik Gunawan Setiawan Torehkan Sejarah dengan Membentangkan Batik Terbesar di Indonesia pada Hari Batik Nasional 2025/ist

METROSEMARANG.COM, Solo, – Peringatan Hari Batik Nasional di Kota Solo tahun ini terasa istimewa.

HARRIS Hotel Solo berkolaborasi dengan Batik Gunawan Setiawan menghadirkan atraksi spektakuler: membentangkan kain batik raksasa yang tercatat sebagai batik terbesar yang pernah dipasang di fasad hotel di Indonesia.

Batik berukuran 20 meter panjang dan 7 meter lebar ini terdiri dari lebih dari 100 lembar kain batik bermotif khas Nusantara. Kehadirannya bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan juga penegasan posisi Solo sebagai pusat budaya batik dunia.

“Ukuran batik ini mungkin belum cukup untuk mewakili dalamnya kecintaan masyarakat Solo terhadap batik, tetapi setiap helai menggambarkan keanggunan, kekayaan, dan keunikan batik Indonesia,” ungkap Aji Budi Saputro, Marketing & Branding Manager HARRIS Hotel Solo.

Diramaikan Tarian Gambyong dan Sentuhan Budaya

Acara peresmian berlangsung meriah dengan kehadiran tokoh pemerintah Kota Surakarta, di antaranya Satmaka (Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Stephanie Arya & Erwin James (perwakilan HARRIS Hotel Solo), serta Sofia dari Batik Gunawan Setiawan.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Tarian Gambyong dari LBK Erawati, yang melambangkan keluwesan, persatuan, dan semangat budaya Jawa. Tak hanya itu, kehadiran Jamu Corner serta sajian kuliner nusantara di HARRIS Hotel Solo juga menjadi daya tarik tersendiri, menegaskan identitas hotel yang lekat dengan budaya lokal.

Kolaborasi untuk Kreativitas Lokal

Menurut Aji, perayaan ini menjadi momentum penting bagi HARRIS Hotel Solo untuk terus berinovasi sekaligus mempererat sinergi dengan pelaku industri kreatif lokal.

“Ini adalah langkah nyata kami untuk mendukung UMKM kreatif Solo, yang hari ini diwakili oleh Batik Gunawan Setiawan. Kami ingin menjadikan batik tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai inspirasi yang hidup dan relevan di masa kini,” tambahnya.

Sebagai catatan, UNESCO secara resmi menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009 dalam sidang di Abu Dhabi. Pengakuan internasional ini menegaskan nilai simbolis, filosofi, dan teknik pembuatan batik yang unik serta berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Peresmian batik terbesar ini adalah bukti nyata bahwa Batik Indonesia mampu tampil megah, indah, sekaligus dekat dengan masyarakat,” pungkas Aji.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.