BI Jateng Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2026 yang Lebih Tangguh

METROSEMARANG.COM, Semarang — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 sebagai ajang strategis untuk memaparkan arah ekonomi dan kebijakan ke depan. Kegiatan yang berlangsung serentak dengan PTBI Nasional ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, OJK, BPS, perbankan, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas.
Gubernur BI dalam paparannya menyebut ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian geopolitik. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap tangguh dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan yang solid. Ke depan, BI memfokuskan kebijakan pada penguatan stabilitas, percepatan industrialisasi, serta dukungan terhadap transformasi struktural.
Presiden RI mengapresiasi sinergi antar otoritas yang dinilai menjadi fondasi kuat ketahanan ekonomi nasional. Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan hingga tingkat desa agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat.
Jawa Tengah Tumbuh Melesat, Lampaui Nasional
Plh. Kepala Perwakilan BI Jateng, Nita Rachmenia, melaporkan ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37% (yoy) pada triwulan III 2025—lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,04%. Realisasi investasi juga mencapai Rp66,13 triliun hingga September 2025, mencerminkan kepercayaan investor pada iklim usaha daerah.
Jawa Tengah dinilai berhasil menjaga inflasi pada kisaran 2,5 ± 1%, sekaligus mempercepat transformasi digital dengan lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS dan hampir 1 miliar transaksi non tunai.
Tahun 2026, perekonomian Jateng diproyeksikan tumbuh 4,9–5,7% dengan stabilitas tetap terjaga. Namun BI mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap risiko global yang berpotensi memengaruhi produksi dan harga pangan.
Pemprov Jateng melalui Kepala Biro Perekonomian Agus Prasutio menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM, memperluas digitalisasi, dan mengendalikan inflasi pangan. Upaya itu dilakukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi lebih inklusif, hijau, dan berdaya tahan.
BI Jateng juga memastikan sinergi dengan pemerintah daerah, otoritas terkait, dan dunia usaha terus diperkuat, termasuk dukungan pada sektor strategis seperti industri pengolahan, pariwisata, energi terbarukan, serta ekosistem sistem pembayaran digital.
Pada PTBI 2025, Jawa Tengah meraih penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk wilayah Jawa–Bali. Selain itu, BI Jateng turut memberikan apresiasi kepada 15 mitra strategis atas kontribusi mereka dalam stabilisasi moneter, penguatan sistem pembayaran, dan pengembangan UMKM.