Metro Semarang
Kabar Semarang Terbaru Hari Ini

BI, Pemprov, dan Kementerian Kompak Genjot Investasi Jawa Tengah

Melalui gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) ke-10, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi membuka peluang kerja sama bagi investor dalam dan luar negeri/dok

METROSEMARANG.COM, Semarang – Bank Indonesia kantor perwakilan Jawa Tengah, terus memperkuat iklim investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) ke-10, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi membuka peluang kerja sama bagi investor dalam dan luar negeri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menyatakan, bahwa BI mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat investasi dan perdagangan di daerah.

Baca juga: April 2026, Inflasi Jateng Terkendali di 2,11 Persen

Menurutnya, selain penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande di Atrium Paragon Mall Semarang, BI juga akan membantu promosi potensi investasi Jawa Tengah ke pasar internasional melalui jaringan kantor perwakilan di luar negeri.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga memberikan dukungan dari sisi kajian ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui program beasiswa dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

“Kami akan terus mendukung pengembangan SDM unggul agar mampu menjawab kebutuhan investasi dan industri di Jawa Tengah,” ujar Mohamad Noor Nugroho.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut forum tersebut menjadi ruang pertemuan strategis antara pemerintah, pelaku usaha, hingga investor untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Menurutnya, CJIBF yang telah digelar sejak 2016 itu terbukti mampu memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan investasi serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Baca juga: Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, MBG Jadi Salah Satu Motor Pendorong

Ahmad Luthfi menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Sementara pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah hampir menyentuh angka Rp23 triliun.

“Penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 95 ribu orang. Sedangkan sepanjang 2025, investasi mencapai Rp110 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 284 ribu orang,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, forum investasi seperti CJIBF menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pelaku usaha.

“Kolaborasi government yang kita bangun ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah semakin kuat,” katanya.

Baca juga : Bukan Sekadar Pameran, UMKM Grande 2026 Jadi Senjata BI Jateng Dorong UMKM Mendunia

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah merupakan salah satu daerah strategis bagi investasi nasional. Karena itu, Kementerian Investasi memberi perhatian khusus terhadap perkembangan investasi di provinsi tersebut.

Menurut Todotua, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai sekitar 5,85 hingga 5,89 persen juga didorong kuat oleh sektor investasi.

“Kurang lebih 30 persen kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berasal dari realisasi investasi,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, lanjut Todotua, terdapat 21 proyek investasi siap ditawarkan kepada calon investor dari dalam maupun luar negeri. Salah satu negara yang mulai menunjukkan minat besar adalah Jepang.

Pemerintah pusat juga akan mengarahkan investasi ke sektor hilirisasi, energi hijau, dan industri manufaktur yang dinilai berkembang pesat di Jawa Tengah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan UMKM lokal.

“Ekosistem usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah juga harus ikut tumbuh bersama masuknya investasi,” tandasnya.***

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.