BI Jateng Dorong Investasi dan UMKM Lewat CJIBF & UMKM Grande 2026

METROSEMARANG.COM, Semarang – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 pada 11–12 Mei 2026 di Hotel Po Semarang.
Forum tahunan ini mengangkat tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho CJIBF 2026 akan menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Melalui forum ini, berbagai peluang investasi akan dipresentasikan secara langsung, sekaligus membuka ruang dialog dan penjajakan kerja sama guna mendorong realisasi investasi serta memperluas jaringan perdagangan,” katanya Rabu 29 April 2026.
Dia menjelaskan, perekonomian Jawa Tengah menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian global.
Kinerja ekonomi Jawa Tengah pada 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,37 persen (year on year).
Pertumbuhan ini ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga serta kontribusi investasi yang terus meningkat. Dalam struktur ekonomi daerah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi salah satu penopang utama, mencerminkan peran strategis investasi dalam mendorong pertumbuhan.
Peluang investasi di Jawa Tengah terbuka lebar di sejumlah sektor unggulan, seperti kawasan industri dan manufaktur, energi baru terbarukan, pertanian dan industri pengolahan pangan, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengembangan sektor tersebut diarahkan pada transformasi ekonomi berbasis nilai tambah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Minat investor terhadap Jawa Tengah pun terus meningkat. Hal ini terlihat dari capaian CJIBF sebelumnya yang menghasilkan 60 Letter of Intent (LoI) dengan total nilai mencapai Rp75,03 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di wilayah ini,” bebernya.
Selain investasi, penguatan ekonomi daerah juga difokuskan pada peningkatan daya saing UMKM. Untuk itu, BI Jawa Tengah juga akan menyelenggarakan UMKM Grande 2026 pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang dengan tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.
UMKM Grande—yang sebelumnya dikenal sebagai UMKM Gayeng—memasuki penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019. Konsep “Grande” yang mencerminkan Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor, menjadi simbol semangat baru dalam mendorong UMKM naik kelas hingga ke pasar global.
“Pada tahun ini, fokus utama diarahkan pada penguatan daya saing berbasis keberlanjutan lingkungan serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses pasar dan kapasitas usaha UMKM secara menyeluruh,” jelasnya.
Beragam kegiatan akan meramaikan UMKM Grande 2026, di antaranya pameran 75 UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti fesyen, kriya, furnitur, hingga makanan dan minuman olahan. Selain itu, terdapat business matching, program akses keuangan “AKU BISA SEJAHTERA”, talkshow dan workshop, fashion show wastra, edukasi keuangan, hingga kompetisi kopi dan lomba kreatif.
Inovasi juga dihadirkan melalui program yang menekankan aspek keberlanjutan, digitalisasi, serta penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Dekranasda Jawa Tengah.
Nugroho, menegaskan bahwa sinergi antara penguatan investasi dan pengembangan UMKM menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang optimal bagi perekonomian Jawa Tengah,” ujarnya.
Melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis, BI Jawa Tengah terus memperkuat kebijakan dan program guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.***