Bukan Sekadar Pameran, CJFACE 2026 Perkuat Daya Saing Furnitur Jateng dan Ekonomi Syariah

METROSEMARANG.COM, Semarang– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah kembali melakukan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, KADIN Jepara, dan komunitas Jepara International Furniture Buy Week (JIFBW), Bank Indonesia resmi menyelenggarakan Central Java Furniture & Carving Expo (CJFACE) 2026.
Pameran bergengsi ini digelar selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juni 2026, bertempat di Atrium DP Mall Semarang. Ajang ini tidak sekadar menjadi etalase produk, melainkan bagian dari rangkaian road to Festival Jateng Syariah (FAJAR) serta Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang akan berlangsung pada Agustus dan September mendatang.
Mengangkat Potensi Industri Halal Nasional
Jawa Tengah memiliki posisi geografis yang sangat strategis dengan kekayaan sumber daya alam melimpah. Faktor-faktor inilah yang menjadikan provinsi ini kandidat kuat sebagai pusat industri halal nasional. KPwBI Provinsi Jawa Tengah melihat peluang besar untuk melakukan penguatan Halal Value Chain (HVC) guna mendorong pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar).
“Penguatan Halal Value Chain ini bukan hanya soal pemenuhan regulasi semata. Ini adalah pilar utama dalam meningkatkan daya saing produk nasional agar lebih kompetitif di pasar global,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho, Rabu/6/2026.
Strategi ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih merata, berkeadilan, dan berkelanjutan. Fokus utama Bank Indonesia saat ini adalah melakukan edukasi serta fasilitasi sertifikasi halal bagi produk furnitur dan mebel unggulan dari Jawa Tengah, khususnya Jepara.
Inovasi Produk dan Jejaring Bisnis
Untuk kali pertama, pameran CJFACE 2026 hadir sebagai showcase dari hasil fasilitasi tersebut. Pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai produk furnitur dan seni ukir karya pengrajin Jepara dengan desain inovatif yang memiliki kualitas ekspor.
Pameran ini menawarkan berbagai keunggulan bagi masyarakat dan pelaku usaha, di antaranya:
-
B2B/B2C Networking: Ruang pertemuan strategis bagi investor, supplier, dan pembeli.
-
Free Design Consultation: Akses konsultasi desain langsung dengan ahlinya.
-
Factory Direct Price: Kesempatan mendapatkan produk kualitas ekspor dengan harga langsung dari produsen.
-
Halal-Oriented Furniture: Edukasi mengenai nilai tambah produk mebel yang berorientasi halal.
-
Live Crafting: Demonstrasi langsung proses pembuatan seni ukir khas Jepara.
Kegiatan ini diharapkan mampu memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengeksplorasi peluang investasi sekaligus memahami tren desain furnitur terkini yang diminati pasar internasional.
Edukasi dan Akses Pembiayaan
Selain promosi produk, CJFACE 2026 juga menjadi sarana krusial untuk peningkatan kompetensi pelaku usaha dan akademisi. Terdapat kegiatan Edukasi Eksyar yang menyasar para dosen di Jawa Tengah, bertujuan memperdalam pemahaman mengenai konsep dasar Ekonomi Syariah dan penguatan ekosistem halal di tingkat pendidikan tinggi.
Tak kalah penting, terdapat sesi business matching pembiayaan UMKM. Dalam sesi ini, pelaku usaha dipertemukan langsung dengan perbankan syariah untuk mendapatkan konsultasi keuangan dan penjajakan peluang pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha.
Harapan bagi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
M. Noor Nugroho, menekankan bahwa sinergi ini adalah upaya nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Melalui CJFACE 2026, diharapkan terjadi peningkatan transaksi yang signifikan serta perluasan pasar bagi produk-produk unggulan Jawa Tengah.
Penguatan Halal Value Chain melalui sektor furnitur diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi inklusif yang dapat direplikasi oleh sektor industri lainnya.
Dengan kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan perbankan, furnitur Jepara diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan semakin mendunia.
CJFACE 2026 menjadi titik balik bagi para pengrajin di Jawa Tengah untuk bangkit dan menunjukkan bahwa kualitas produk lokal mampu bersaing di level internasional.
Ke depannya, ajang ini diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat ekosistem halal dan memajukan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.***